Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, mengucapkan terima kasih kepada ribuan warga yang antusias mengikuti upacara dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta, Senin (17/8).
Pras—sapaan akrab Prasetyo Hadi—menyampaikan banyak peserta upacara yang asalnya jauh dari Jakarta. Beberapa dari mereka ada yang telah tiba di kawasan Istana sejak pukul 03.00 WIB dan 04.00 WIB.
“Kami mewakili Bapak Presiden, mewakili pemerintah sekaligus mewakili panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang hari ini telah berkenan hadir ke Istana dengan berbagai macam pakaian daerahnya masing-masing. Ada yang hadir dari kota-kota yang cukup jauh, dan ada yang sejak pukul 3 (pagi), pukul 4 pagi, karena antusias ingin ikut hadir merayakan peringatan Detik-detik Proklamasi,” kata Prasetyo Hadi ditemui di Istana Merdeka Jakarta, Senin, sebelum Upacara Penurunan Bendera.
Pras yakin masyarakat begitu antusias karena mereka ingin menunjukkan yang terbaik dari daerah mereka masing-masing.
Baca juga: Mensesneg: Pemerintah siapkan bursa mineral perkuat kedaulatan harga
Dalam kesempatan yang sama, Pras juga berterima kasih kepada seluruh peserta upacara dan pengisi acara, karena penampilan mereka yang disebut luar biasa.
“Ada lagu Tanah Airku bikin kita semua merasa bangga, penuh rasa haru dan bersyukur. Inilah bentuk kita mencintai Indonesia, mencintai tanah air kita,” ujar Pras.
Di Istana Merdeka, Senin, tepat pada HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, upacara digelar sebanyak dua kali, yaitu Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pagi hari, dan Upacara Penurunan Bendera pada sore hari.
Selepas upacara, masyarakat yang mengikuti jalannya upacara juga menyaksikan sejumlah acara hiburan mulai dari flypast atau atraksi dari pesawat-pesawat tempur TNI dan helikopter Polri, kemudian pertunjukan ragam tarian tradisional, penampilan dari musisi-musisi papan atas Indonesia, dan atraksi kebudayaan lainnya.
Usai menyaksikan rangkaian pertunjukan itu, para peserta upacara lanjut menikmati ragam sajian khas Nusantara di halaman tengah Istana Kepresidenan RI yang dikemas seperti pesta rakyat.
Baca juga: Mensesneg: Suvenir kelereng untuk mengingat tradisi
Baca juga: Prabowo pertimbangkan ke NTT tinjau penanganan gempa
Baca juga: Mensesneg: Pendirian PFII karena RI dianggap potensial oleh investor
Pras—sapaan akrab Prasetyo Hadi—menyampaikan banyak peserta upacara yang asalnya jauh dari Jakarta. Beberapa dari mereka ada yang telah tiba di kawasan Istana sejak pukul 03.00 WIB dan 04.00 WIB.
“Kami mewakili Bapak Presiden, mewakili pemerintah sekaligus mewakili panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan yang hari ini telah berkenan hadir ke Istana dengan berbagai macam pakaian daerahnya masing-masing. Ada yang hadir dari kota-kota yang cukup jauh, dan ada yang sejak pukul 3 (pagi), pukul 4 pagi, karena antusias ingin ikut hadir merayakan peringatan Detik-detik Proklamasi,” kata Prasetyo Hadi ditemui di Istana Merdeka Jakarta, Senin, sebelum Upacara Penurunan Bendera.
Pras yakin masyarakat begitu antusias karena mereka ingin menunjukkan yang terbaik dari daerah mereka masing-masing.
Baca juga: Mensesneg: Pemerintah siapkan bursa mineral perkuat kedaulatan harga
Dalam kesempatan yang sama, Pras juga berterima kasih kepada seluruh peserta upacara dan pengisi acara, karena penampilan mereka yang disebut luar biasa.
“Ada lagu Tanah Airku bikin kita semua merasa bangga, penuh rasa haru dan bersyukur. Inilah bentuk kita mencintai Indonesia, mencintai tanah air kita,” ujar Pras.
Di Istana Merdeka, Senin, tepat pada HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, upacara digelar sebanyak dua kali, yaitu Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pagi hari, dan Upacara Penurunan Bendera pada sore hari.
Selepas upacara, masyarakat yang mengikuti jalannya upacara juga menyaksikan sejumlah acara hiburan mulai dari flypast atau atraksi dari pesawat-pesawat tempur TNI dan helikopter Polri, kemudian pertunjukan ragam tarian tradisional, penampilan dari musisi-musisi papan atas Indonesia, dan atraksi kebudayaan lainnya.
Usai menyaksikan rangkaian pertunjukan itu, para peserta upacara lanjut menikmati ragam sajian khas Nusantara di halaman tengah Istana Kepresidenan RI yang dikemas seperti pesta rakyat.
Baca juga: Mensesneg: Suvenir kelereng untuk mengingat tradisi
Baca juga: Prabowo pertimbangkan ke NTT tinjau penanganan gempa
Baca juga: Mensesneg: Pendirian PFII karena RI dianggap potensial oleh investor





