Menengok Omzet Pedagang Pernak Pernik HUT RI

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pedagang umbul-umbul dan ornamen kemerdekaan kerap menjamur menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Mereka memperdagangkan pernak pernik kemerdekaan dengan diharapkan dapat meraup omzet atau pendapatan yang jauh lebih baik lewat momentum peringatan HUT RI.

Salah satunya pasangan suami istri asal Bogor, Iis, 34, dan Fasial, 35, yang menjajakan kaos anak-anak bernuansa merah putih di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Mereka mengaku memberanikan diri berjualan ornamen Kemerdekaan karena mendapat suntikan modal barang senilai Rp20 juta dari bosnya.

Sayangnya, keberuntungannya itu tidak berbanding lurus dengan rezeki yang diraup dari hasil penjualan kaos bernuansa merah putih. Dia menyebut baru 60 persen barang dagangannya yang laku terjual.

“Kalau (barangnya) engga habis ya engga bisa dibalikin, harus kita yang beli. Nanti dijual buat tahun depan,” ujar Iis kepada Metrotvnews.com, Senin, 17 Agustus 2026.

Selama berdagang kaos musiman, mereka dalam sehari bisa mengantongi Rp300 ribu. Namun, pada momen HUT RI kali ini, penghasilan yang didapat lebih kecil.

Meski keuntungan yang didapat tak banyak, Faisal dan sang istri tetap berusaha menjajakan barang dagangannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, dia memiliki tiga anak yang kehidupannya harus terus berjalan.

“(Dapat) untung ya buat makan hari ini, bayar sekolah. Enggak jualan ya enggak makan,” tutur Faisal.

Kondisi keuangan itu yang membuat impian sederhana Faisal seperti berlibur bersama anak terus tertunda. Tanpa tabungan sebagai bantalan, hidup keuangan keluarga mereka bagai berjalan di atas seutas tali.

Suasana penjualan pernak pernik kemerdekaan di Pasar Jatinegara. Metro TV/Afifah

Baca Juga :

Dari Makan Kerupuk hingga Tarik Tambang, WNA di Bali Turut Semarakkan HUT ke-81 RI

Hal serupa dialami pedagang bendera dan ornamen kemerdekaan, Suwana, 40. Dia mengaku pasrah dengan kondisi keuangannya saat ini.

Meski pendapatannya tidak banyak, dia beruntung bisa tetap berjualan tanpa harus berutang. “Kaya gali lubang, tutup lubang. Enggak utang saja syukur,” ungkap Suwana.

Saat ini, banyak pilihan cara berjualan, termasuk lewat online atau e-commerce. Namun, Suwana tetap memilih berjualan secara konvensional atau onfline.

Dia menilai berdagang lewat e-commerce sama saja memaksanya untuk menekan keuntungan. Dia juga akan disibukkan dengan pengemasan dan pengiriman barang.

Kini, perayaan kemerdekaan akan berakhir. Bendera merah putih serta pernak-perniknya juga dalam waktu dekat segera diturunkan. Namun, perjuangan Iis, Faisal, dan Suwana menghidupi keluarganya tak pernah benar-benar berakhir.

(Afifah Alfina)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Program Bakti TNI AD 2026, Sasar Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Warmare Disiapkan Menjadi Kampung Dodol Matoa Pertama di Papua Barat
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Real Madrid Tidak Terkalahkan di Pramusim, Uji Coba Terakhir Gasak Schalke 3-0
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Kedaulatan Pangan Jatim Jadi Pesan Utama Upacara HUT Ke-81 RI di Grahadi
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tak Masuk Skema Pelatih, PSIM Pinjamkan Reva Adi Utama ke Borneo FC untuk BRI Super League 2026/2027
• 13 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.