Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat distribusi bantuan kemanusian untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan disalurkan melalui jalur udara dan laut.
BNPB berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam pengiriman bantuan penanganan darurat. Bantuan dikirimkan melalui Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
“Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan, dilansir dari Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.
Baca Juga :
99,4 Persen Aliran Listrik di Wilayah Terdampak Gempa NTT Kembali PulihPada Senin, 17 Agustus 2026, tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan 40.567 kilogram logistik. Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma dan membawa 13.504 kilogram bantuan.
Rinciannya yaitu 3.019 kilogram paket sembako atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres), serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat 10.485 kilogram dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris).
Penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma-Maumere-Halim Perdanakusuma. Pesawat membawa 13.563 kilogram bantuan, yang sebagian besar berupa 13.500 kilogram paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres.
BNPB turut mengirimkan 200 potong kaos seberat 48 kilogram. Sedangkan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengirimkan 15 kilogram obat-obatan dalam enam koli untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Distribusi bantuan logistik dan kebutuhan pokok masyarakat korban gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: Dok. BNPB.
Di penerbangan ketiga, bantuan dikirimkan menggunakan Hercules A-1339 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma dengan muatan 13.500 kilogram logistik. Rinciannya yaitu, 13.100 kilogram paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kilogram kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat.
Sementera untuk distribusi via laut, dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, antara lain Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende dan Pelabuhan Reo di Manggarai.




