Gelar KKN, Mahasiswa Undip Berikan Edukasi Emosi dan Kesehatan Gigi pada Anak-anak di TPQ

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BATANG - Sejumlah mahasiwa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) memberikan edukasi emosi dan kesehatan gigi kepada anak-anak usia dini di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Nurul Hidayat di Desa Dringo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Calvin Benediktus Apriando Lesek, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Hubungan Internasional Universitas Diponegoro mengatakan masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan, kharakter, serta kemampuan anak dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA: Tim 10 KKN Undip Dorong Warga Batang Ubah Sampah Jadi Cuan

"Tidak hanya kesehatan fisik, kemampuan mengenali dan mengelola emosi juga menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak,” kata Calvin Lesek dalam rilis yang diterima JPNN di Jakarta, Senin (17/8).

BACA JUGA: Gandeng Undip, BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Pengembangan Literasi & Riset Jaminan Sosial

Sejumlah mahasiwa UNDIP bersama yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama  anak-anak usia dini di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Nurul Hidayat di Desa Dringo, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menurut Calvin Lesek, edukasi yang dikemas dalam program multidisiplin BAHAGIA bagi anak-anak TPQ ini mengangkat dua tema utama, yaitu regulasi emosi serta kesehatan gigi dan mulut.

BACA JUGA: Perkuat Jejaring Alumni, IKATEKA Undip Luncurkan Website dan Bisnis Hub

“Kedua materi tersebut dipilih untuk memberikan pemahaman kepada anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri, baik dari sisi emosional maupun fisik,” kata dia.

Calvin lebih jauh menjelaskan, materi pertama yang diberikan adalah tentnag regulasi emosi. Anak-anak diajak mengenali berbagai emosi yang dapat muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti senang, sedih, marah, takut, maupun kecewa.

Pengenalan tersebut menjadi langkah awal agar anak mampu memahami apa yang sedang mereka rasakan dan menyadari bahwa setiap emosi merupakan bagian yang wajar dari kehidupan.

Tidak berhenti pada pengenalan emosi, lanjut Calvin Lesek, anak-anak juga diperkenalkan pada cara merespons emosi dengan lebih tepat. Mereka diarahkan untuk memahami bahwa merasa marah atau kecewa merupakan hal yang wajar, tetapi cara mengekspresikannya perlu diperhatikan.

“Kemampuan tersebut penting agar anak dapat menghadapi konflik maupun situasi yang tidak menyenangkan tanpa harus melampiaskannya melalui tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain,” kata dia.

Calvin Lesek lebih jauh menjelaskan, setelah membahas aspek emosional, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Anak-anak diperkenalkan pada bagian-bagian dasar rongga mulut beserta fungsinya serta pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi kesehatan gigi juga diarahkan pada pembentukan kebiasaan. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyikat gigi secara teratur dan menjaga kebersihan rongga mulut.

“Dengan memahami alasan di balik kebiasaan tersebut, anak diharapkan tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami mengapa kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga sejak dini,” ujarnya.

Penyampaian kedua materi tersebut dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia anak. Kegiatan dikemas melalui media visual, permainan edukatif, praktik sederhana, serta sesi tanya jawab. Cara tersebut digunakan agar materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis, tetapi dapat dipahami melalui aktivitas yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari anak.

Informasi yang diberikan selama kegiatan juga diperkuat melalui media poster yang ditempatkan pada mading TPQ. Dengan demikian, materi mengenai regulasi emosi dan kesehatan gigi dapat kembali dilihat oleh anak-anak setelah kegiatan berlangsung.

Mendapat Apresiasi

Ustadzah Ibu Eni, guru yang mengajar di TPQ memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap program KKN Mahasiswa UNDIP ini.

“Saya berterima kasih kepada mahasiswa KKN UNDIP karena telah memberikan edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak TPQ. Mereka sangat bersemangat dan senang selama mengikuti rangkaian kegiatan” ungkapnya.

Dikatakan, Program BAHAGIA menempatkan kesehatan anak dalam perspektif yang lebih menyeluruh. Kemampuan mengelola emosi membantu anak menghadapi berbagai pengalaman dan interaksi sosial, sementara kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian dari perawatan diri.

“Keduanya merupakan keterampilan dasar yang dapat mulai dibentuk sejak masa kanak-kanak. Kami berterima kasih atas program ini,” kata Ustadzah Eni.

Calvin Lesek mengharapkan agar kegiatan edukasi yang sederhana dan interaktif ini tidak hanya berhenti selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian, baik di lingkungan TPQ, keluarga, maupun masyarakat.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri Kepribadian Pencinta Kucing yang Perlu Kamu Ketahui
• 26 menit lalubeautynesia.id
thumb
Ragam Kuliner Jadi Jamuan Masyarakat Rayakan Kemerdekaan di Istana
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Kirab Merah Putih di Tangerang, Andra Soni Ajak Pemuda Jaga Persatuan
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Kericuhan Seusai Pengibaran Bendera Bulan Bintang saat Hari Damai Aceh DIusut Polisi
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Daftar Lengkap 18 Pelatih di Super League Musim 2026/27, Hanya 1 Pelatih Lokal
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.