BI Olah 72 Persen Limbah Uang, Jadi Apa Saja? 

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) memanfaatkan limbah uang untuk menghasilkan nilai baru melalui pendekatan ekonomi sirkular.

BI Olah 72 Persen Limbah Uang, Jadi Apa Saja? Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memanfaatkan limbah uang untuk menghasilkan nilai baru melalui pendekatan ekonomi sirkular. Bekerja sama dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), limbah ini diolah menjadi cendera mata.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan BI juga bermitra dengan perusahan pengolahan energi sehingga limbah racik uang digunakan menjadi tambahan sumber energi listrik ataupun industri. 

Baca Juga:
Diversifikasi, PBSA Bidik Proyek Konstruksi Pengelolaan Limbah dan Pertambangan

“Saat ini, 72 persen dari limbah racik uang kertas telah diolah. Selanjutnya, untuk tahun 2027, Bank Indonesia menargetkan seluruh limbah racik uang akan diolah secara sirkuler. Dengan langkah ini, pengelolaan uang rupiah semakin memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Senada, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa pengelolaan uang menghadapi tuntutan lingkungan atau keberlanjutan (environmental sustainability). 

Baca Juga:
Pertamina-Boeing Sepakati Pengembangan Bahan Bakar Pesawat dengan Minyak Jelantah hingga Limbah Padi

Pengelolaan rupiah tidak berhenti ketika uang tidak lagi layak edar. Ketika uang tidak lagi layak edar, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana memusnahkannya, tetapi bagaimana memberikan nilai baru melalui pemanfaatan yang produktif. 

Untuk menjawab perubahan tersebut, Bank Indonesia melakukan transformasi ramah lingkungan dalam proses pencetakan, pengedaran, dan pemusnahan uang rupiah. 

Baca Juga:
Erajaya Group Perkuat Circular Economy lewat Pengelolaan Limbah Berkelanjutan

Bank sentral di kawasan regional juga terus berupaya melakukan inovasi. Bank Negara Malaysia (BNM), misalnya, juga mengolah limbah racik uang menjadi berbagai produk. 

Bank of Thailand memilih bahan kertas yang lebih tahan lama untuk memperpanjang masa edar uang, mengurangi kebutuhan pencetakan ulang uang yang rusak atau usang, sekaligus mendukung efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan uang. 

“Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan semakin menjadi bagian dari pengelolaan uang di berbagai negara,” ujarnya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Subak Bali, Kearifan Lokal Menjaga Sumber Air
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Rayakan HUT ke-81 RI, KAI Gelar Lomba untuk Penumpang di 3 Stasiun Jatim
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ketua DPD: Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga NTT Diminta Tak Beraktivitas di Rumah
• 19 jam lalukompas.com
thumb
SD Negeri di Cimahi Inisiatif Kumpulkan Minyak Jelantah Dukung Kegiatan Sekolah
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sidang Praperadilan, Pengacara Roy Suryo Persoalkan SPDP dan Pencekalan Tanpa Pemberitahuan
• 39 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.