Saat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8), seorang ibu bernama Maria Florida Kelen tengah berjuang melahirkan anaknya di Rumah Sakit Nagekeo.
Dikutip dari Reuters, Maria mengatakan dokter tetap melakukan operasi darurat meski ruangan di sekitar mereka mulai runtuh.
Putri Maria akhirnya lahir dengan berat hanya 1,3 kilogram dan diberi nama Gempita, yang diambil dari kata 'gempa'. Kini Gempita tengah menjalani perawatan di dalam inkubator di sebuah tenda rumah sakit darurat di Nagekeo.
"Situasinya sangat darurat, meskipun gempa tidak berlangsung lama. Dokter yang menanganinya sungguh luar biasa dan mereka berjuang keras. Terima kasih kepada para dokter dan perawat," kata Maria.
Para dokter menggunakan senter untuk membantu proses kelahiran bayi di tengah pemadaman listrik yang terjadi berulang kali, sementara rumah sakit yang terletak dekat dengan pusat gempa terus berguncang hebat.
"Saya tidak punya banyak pilihan,"ujar dokter kandungan Yona Sara Pardede.
Yona menuturkan, karena bayi lahir dengan ukuran kecil dan dalam posisi sungsang, ia harus sangat berhati-hati agar kaki dan lengan bayi tidak patah, serta tulang belakang bagian leher dan lehernya tidak cedera.
"Saat saya menyerahkannya kepada dokter anak, bayi itu menangis," ujarnya.





