Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, dikabarkan akan mengambil alih saham milik konglomerat nomor satu di Indonesia, Low Tuck Kwong, di PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Rumor itu berembus di media sosial dan menjadi perhatian di kalangan investor.
Kabar itu menyebut Haji Isam akan mengakuisisi sekitar 62,2% saham BYAN. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.
Katadata.co.id telah meminta konfirmasi kepada manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), salah satu perusahaan yang berada di bawah naungan Jhonlin Group milik Haji Isam. Hingga berita ini ditayangkan, manajemen JARR belum memberikan tanggapan.
Rumor tersebut kian menguat setelah adanya pertemuan antara Low Tuck Kwong dan Norman Joesoef di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Noerman adalah pendiri sekaligus chairman dari Republikorp, perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di bidang industri pertahanan strategis dan teknologi militer
Saat ini, komposisi pemegang saham BYAN antara lain terdiri dari Low Tuck Kwong yang menggenggam 40,25%, Elaine Low (putri Low Tuck Kwong) sebesar 22%, PT Sumber Suryadaya Prima sebesar 10%, dan Korea East-West Power sebesar 4%.
Berikutnya, ada Korea Western Power sebesar 4%, Korea Southern Power sebesar 4%, Korea Midland Power sebesar 4%, Korea South-East Power sebesar 4%, Lim Chai Hock sebesar 3,26%, dan Jenny Quantero sebesar 2,98%.
Apabila ditotalkan, kepemilikan saham Low dan putrinya memang mencapai 62,25%.
Di sisi lain, jika melihat nilai perusahaan-perusahaan Haji Isam yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), total kapitalisasi pasarnya masih jauh di bawah BYAN.
Kapitalisasi pasar PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) tercatat Rp 43,89 triliun, JARR Rp 18,55 triliun, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp 10,09 triliun, dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) Rp 1,76 triliun. Dengan demikian, total kapitalisasi pasar keempat emiten tersebut adalah Rp 74,29 triliun.
Sementara itu, kapitalisasi pasar BYAN mencapai sekitar Rp 480 triliun. Artinya, jika digabungkan, kapitalisasi pasar empat perusahaan utama Haji Isam tersebut hanya sekitar 15,5% dari kapitalisasi pasar BYAN atau belum mencapai seperlima.
Haji Isam memiliki sejumlah perusahaan yang tercatat di BEI. Selain JARR, terdapat PGUN, TEBE, PACK, serta PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang 15% sahamnya dimiliki anak haji Isam, Liana Saputri.
Sebelumnya, Haji Isam melakukan aksi akuisisi saham PACK. Pada Rabu 13 Mei lalu, pengusaha asal Batulicin, Kalimantan Selatan itu membeli 6,83 miliar saham PACK dengan harga Rp 137 per saham.
Transaksi tersebut membuat Haji Isam menguasai 21,12% hak suara di PACK. Sebelumnya, dia tidak memiliki saham PACK.
"Status kepemilikan saham langsung, tujuan transaksi untuk investasi," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (13/5).
Saham BYAN dan JARR MelonjakRumor mengenai rencana akuisisi tersebut turut mengerek saham BYAN pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8). Saham BYAN melonjak 17,71% atau 2.550 poin ke level Rp 16.950 per saham.
Pada perdagangan sebelumnya, saham BYAN juga sudah melonjak 20% atau 2.400 poin.
Kenaikan juga terjadi pada saham JARR. Pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8), saham JARR melesat 19,40% ke level Rp 2.400 per saham. Sehari sebelumnya, saham JARR naik 6,63% atau 125 poin.
Langkah Haji Isam Jadi Orang Terkaya Nomor 1 di RI?Jika rumor akuisisi BYAN tersebut benar-benar terealisasi, aksi itu dapat menjadi langkah besar bagi Haji Isam dalam memperbesar kerajaan bisnisnya dan mengejar posisi sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per Selasa (18/8), Low Tuck Kwong masih menempati posisi sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia. Kekayaannya mencapai US$ 19,6 miliar atau sekitar Rp 349,58 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.836 per dolar AS.
Sementara itu, kekayaan Haji Isam belum cukup untuk menempatkannya dalam daftar 15 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.
Kendati demikian, posisi Haji Isam dalam lanskap bisnis nasional semakin menguat, terutama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mengutip laporan Bloomberg, kedekatan Haji Isam dengan Prabowo menjadi salah satu faktor yang membuat pengusaha tersebut semakin diperhitungkan. Haji Isam disebut menjadi salah satu pengusaha yang dekat dengan Prabowo setelah membantu membiayai kampanye ketua umum Partai Gerindra itu pada Pemilu 2024.
Sehari setelah dilantik sebagai presiden, Prabowo bahkan mengunjungi Batulicin, kampung halaman Haji Isam untuk menyampaikan apresiasinya secara langsung.
Bloomberg juga melaporkan bahwa Haji Isam tidak memiliki ambisi politik. Orang-orang yang mengenalnya menyebut ambisinya lebih banyak berkaitan dengan bisnis dan kekayaan, termasuk kemungkinan menjadi orang terkaya di Indonesia.
Besarnya kekayaan Haji Isam juga sulit dihitung secara pasti karena sebagian besar bisnisnya tidak tercatat di bursa. Namun, orang-orang yang mengenalnya memperkirakan kekayaannya telah mencapai lebih dari US$ 1 miliar.
Prabowo juga memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama kepada Haji Isam.
Selain itu, Isam kini mengawasi kawasan pertanian seluas sekitar 1 juta hektare di Papua sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Haji Isam juga mengajukan kuota produksi batu bara sekitar 60 juta ton pada tahun ini. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dari kuota tahun sebelumnya dan, jika terealisasi, akan menempatkannya sebagai salah satu dari lima produsen batu bara terbesar di Indonesia.
Namun, belum diketahui apakah Haji Isam akhirnya memperoleh kuota sebesar itu karena data mengenai alokasi tersebut tidak dipublikasikan.




