IHSG Dibuka Menguat ke 6.448, Pasar Kini Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

kompas.tv
7 jam lalu
Cover Berita
Pengunjung melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/hma)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026). 

IHSG dibuka naik 46,94 poin atau 0,73 persen ke level 6.448,83. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut menguat 2,83 poin atau 0,45 persen ke posisi 635,11.

Penguatan ini melanjutkan sentimen positif pasar setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mengenai arah ekonomi dan RAPBN 2027 pada Jumat (14/8/2026) lalu.

Meski sentimen dari pidato Prabowo masih menopang pasar, perhatian investor mulai bergeser ke sejumlah agenda ekonomi penting, terutama keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026.

Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,59 Persen, Pidato Prabowo dan Target Defisit 2,4 Persen Jadi Sorotan

IHSG Berpeluang Tembus 6.500

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan secara teknikal.

Menurutnya, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.377, indeks berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 6.454. 

Jika berhasil melewati level tersebut, IHSG berpotensi menguji area 6.500 hingga 6.600.

"Apabila IHSG mampu bertahan di atas 6.377, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.454, kemudian 6.500-6.600 sebagai resistance berikutnya," ujar Liza, Selasa, dikutip dari Antara.

Sebaliknya, apabila terjadi koreksi dan IHSG gagal mempertahankan level 6.377, indeks berpotensi menguji 6.324. Support berikutnya berada di kisaran 6.275-6.266.

Baca Juga: BEI Sebut Pidato Prabowo Jadi Sentimen Positif IHSG, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Kunci

Penguatan IHSG kali ini melanjutkan kenaikan signifikan pada perdagangan Jumat lalu.

Saat itu, IHSG ditutup menguat 1,59 persen setelah pasar merespons positif Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo serta penyampaian pengantar RAPBN 2027.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan target 5,4 persen dalam APBN 2026.

Selain itu, target realisasi investasi 2027 ditetapkan sebesar Rp2.322 triliun, meningkat dari target Rp2.041,3 triliun pada 2026.

Target tersebut menjadi salah satu katalis positif bagi pasar karena menunjukkan ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Setelah merespons pidato tersebut, pelaku pasar kini mulai mencermati bagaimana kebijakan moneter dan kondisi ekonomi domestik akan mendukung target pertumbuhan tersebut.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,48 Persen, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Makin Menyusut

RDG BI Jadi Perhatian Utama

Salah satu agenda yang paling dinantikan investor pekan ini adalah RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada 18-19 Agustus 2026.

Rapat tersebut akan menentukan arah kebijakan suku bunga acuan BI sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi likuiditas dan pertumbuhan kredit domestik.

Keputusan BI menjadi penting bagi pasar saham karena arah suku bunga dapat memengaruhi biaya pendanaan perusahaan, likuiditas pasar, nilai tukar rupiah, hingga minat investor terhadap aset berisiko.

Selain keputusan BI-Rate, pelaku pasar juga mencermati data utang luar negeri, uang beredar atau M2, serta neraca pembayaran Indonesia.

Rangkaian data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi likuiditas dan ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal.

Dari pasar global, sentimen masih dibayangi kenaikan harga minyak mentah akibat belum adanya perkembangan berarti dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun

Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran masih menjadi perhatian setelah gencatan senjata selama 60 hari berakhir tanpa kesepakatan damai maupun rencana konkret mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Kedua pihak masih berselisih mengenai persyaratan pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut. Kondisi ini membuat risiko gangguan pasokan energi global tetap tinggi. 

Bagi pasar Indonesia, kenaikan harga minyak perlu dicermati karena dapat memengaruhi tekanan inflasi, nilai tukar rupiah, hingga kondisi fiskal.

The Fed Masih Jadi Perhatian

Di sisi lain, perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat memberikan sentimen yang relatif lebih positif.

Inflasi AS periode Juli 2026 yang moderat, ditambah data tenaga kerja dan penjualan ritel yang relatif lemah, membuat pelaku pasar menilai Federal Reserve (The Fed) masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September 2026.

Baca Juga: IHSG Menguat usai Pengumuman Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Lampaui Ekspektasi Pasar

Saat ini, probabilitas suku bunga The Fed dipertahankan berada di sekitar 67 persen.

Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin berada di sekitar 33 persen.

Investor selanjutnya akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026 untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS berikutnya.

"Risalah FOMC Juli akan menjadi perhatian utama untuk melihat arah kebijakan moneter berikutnya," kata Liza.

Sentimen global tercermin dari pergerakan bursa saham dunia.

Pada perdagangan Senin (17/8/2026), Wall Street ditutup melemah. Indeks S&P 500 turun 0,50 persen, Nasdaq Composite melemah 0,30 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,50 persen.

Sementara itu, bursa Asia pada Selasa pagi bergerak variatif. Nikkei Jepang melemah 0,96 persen dan Hang Seng Hong Kong turun 0,32 persen, sedangkan Shanghai menguat 0,12 persen dan Kospi Korea Selatan naik 1,48 persen. 

Baca Juga: IHSG Menguat di Tengah Sentimen Risk On, Pasar Nantikan Data PDB Indonesia

Download KompasTV App di https://app.kompas.tv/ sekarang juga. Satu app untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • IHSG
  • suku bunga BI
  • Pidato Prabowo
  • RDG BI
  • harga minyak
  • The Fed
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Dekade LPDB Koperasi: Rp22,13 Triliun Dana Bergulir Salur ke 36 Provinsi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Peringati HUT ke-81 RI: Bentangkan Kain Merah Putih dan Upacara di Kereta
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Prabowo Terharu Saat Lagu Bagimu Negeri
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Antusiasme Warga Naik Transportasi Publik di Jakarta saat Pemberlakuan Tarif Khusus Rp8
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Brand Makanan Indonesia yang Mendunia, dari Indomie hingga Kopiko
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.