REPUBLIKA.CO.ID, Bulan Agustus tahun ini, disamping kita disibukkan merayakan hari kemerdekaan Indonesia, juga akan disibukkan perayaan Maulid Nabi besar Muhammad SAW. Pertengan Agustus 2026 tahun ini kita telah memasuki bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid yang merupakan bulan kelahiran Rasulullah SAW. Biasanya perayaan Maulid berlangsung sepanjang bulan Rabiul Awal yang mana puncaknya diperingati pada tanggal 12 Rabiul Awal. Namun rangkaian acara atau pengajian di masyarakat seringkali hingga akhir bulan tersebut atau bahkan sampai tiga bulan lamanya.
Pada perayaan Maulid tahun ini, kita dihadapkan pada situasi dunia dan Indonesia yang semakin parah dan tidak baik-baik saja. Dunia dan Indonesia di dalamnya menghadapi tiga krisis sekaligus (triple planetary crises), yaitu perubahan iklim (climate change), polusi (polution), dan hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity loss). Krisis ini sudah menyentuh seluruh aspek kehidupan umat manusia. Mulai dari bencana alam, gangguan kesehatan, cuaca ekstrem, krisis pangan dan hilangnya habitat yang mengancam keberlangsungan makhluk hidup di dunia ini.
Baca Juga
Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun
Jejak Abbasiyah di Tapanuli: Temuan Koin Dirham dan Korespondensi Sriwijaya dengan Khalifah Muawiyah
Presiden Iran Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT
Upaya dan gerakan kepedulian lingkungan dalam rangka mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah telah banyak dilakukan dengan berbagai bentuk. Gerakan sistematis secara global mulai berkembang pada akhir abad ke-19 (1870-an-1890-an). Gerakan pada akhir abad 19 tersebut berbentuk gerakan konservasi awal sebagai reaksi terhadap polusi akibat industrialisasi dan pertumbuhan kota, khususnya di Inggris dan AS. Gerakan lingkungan meledak dan dianggap benar-benar muncul pada tahun 1960-an.
Sebagai puncaknya pada tanggal 5 Juni 1972 ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sebagai Hari Lingkungan Hidup (World Environment Day) yang diambil dari tanggal Konferensi Stockholm di Swedia. Setelah penetapan Hari Lingkungan Hidup sedunia tersebut gerakan kepedulian lingkungan hidup di dunia terus berkembang sebagai suatu platform untuk meningkatkan kesadaran akan masalah yang dihadapi lingkungan kita seperti polusi udara, sampah plastik, kenaikan permukaan laut, serta ketahanan pangan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Bicara kepedulian lingkungan hidup, bagi umat Islam tidak mungkin dipisahkan dan tidak membahas sosok Nabi Muhammad SAW. Beliau pribadi yang sempurna dan secara tegas di dalam Alquran diwajibkan menjadikannya sebagai uswatun hasanah (teladan terbaik).
Meneladaninya dalam seluruh aspek kehidupan baik dalam ibadah, muamalah, akhlak, maupun kepedulian terhadap lingkungan merupakan pokok ajaran Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab: 21 yang artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah”.
Terhadap kepedulian lingkungan Rasulullah merupakan contoh yang ideal dan merupakan (role model). Hal yang sangat substansial yang diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah menjaga alam sebagai bagian dari keimanan kepada Allah SWT dan tanggung jawab spiritual. Bukan sekadar isu ekologi dan sosial semata.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.