HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) memperkenalkan konsep energi terbarukan melalui pemanfaatan solar cell sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung irigasi pertanian di Desa Bune, Kabupaten Bone.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan teknologi yang dapat membantu masyarakat memanfaatkan potensi energi matahari untuk kebutuhan pertanian secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut diketuai oleh Iswahyudi Indra Putra, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Nur Fuadah, S.T., M.T., serta I Putu Redy Irawan, S.Pd., M.Pd., M.T.
Kehadiran tim Fakultas Teknik UNM diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai prinsip dasar energi terbarukan, khususnya energi surya, serta peluang penerapannya dalam mendukung aktivitas pertanian di wilayah pedesaan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memperoleh dukungan hibah pendanaan melalui dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia tahun anggaran 2026.
Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan inovasi teknologi hijau yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi bagi sistem pompa air untuk irigasi pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep energi mandiri, yakni kemampuan suatu sistem untuk memenuhi kebutuhan energinya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lokal.
Pada sektor pertanian, konsep ini dapat diterapkan dengan menggunakan panel surya untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air pada sistem irigasi.
Pemanfaatan solar cell untuk irigasi dinilai relevan bagi wilayah pertanian yang memiliki paparan sinar matahari cukup tinggi. Dengan teknologi tersebut, kebutuhan energi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian berpotensi tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik konvensional maupun bahan bakar.
Selain mendukung efisiensi penggunaan energi, pemanfaatan energi surya juga dapat mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan di tingkat masyarakat.
Ketua tim, Iswahyudi Indra Putra, menjelaskan bahwa pengenalan konsep energi terbarukan kepada masyarakat perlu dilakukan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.
Irigasi merupakan salah satu bagian penting dalam aktivitas pertanian, sehingga ketersediaan sumber energi yang lebih mandiri dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menjaga keberlangsungan pengairan lahan.
Melalui kegiatan ini, tim juga menekankan bahwa penerapan sistem irigasi berbasis solar cell tidak hanya berkaitan dengan penggunaan panel surya, tetapi memerlukan pemahaman mengenai kebutuhan daya, kapasitas pompa, ketersediaan sumber air, kondisi lahan, penempatan panel, serta pemeliharaan sistem.
“Pemahaman tersebut penting agar teknologi yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani dan kondisi lingkungan setempat,” tuturnya.
Tim bersama mitra saat melakukan penerapan dan uji fungsi pompa air sebagai bagian dari sistem irigasi pertanian yang didukung konsep energi mandiri.
Mitra, Sennawing, menyambut baik pengenalan konsep energi mandiri tersebut. Menurutnya, teknologi yang memanfaatkan energi matahari memiliki potensi untuk membantu masyarakat pertanian apabila penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat di lapangan.
“Kami berharap pengetahuan yang diperkenalkan oleh tim dosen Fakultas Teknik UNM ini dapat membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan energi matahari untuk mendukung irigasi pertanian,” tuturnya.
Bagi petani, ketersediaan air menjadi kebutuhan yang sangat penting. Jika teknologi ini dapat diterapkan secara tepat, sederhana, dan mudah dipelihara.
“Ini tentu akan sangat bermanfaat dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat di Desa Bune,” ujar Agustang.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dan penguatan pengetahuan masyarakat, sehingga pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada tahap pengenalan, tetapi dapat dipahami dan diterapkan sesuai potensi yang dimiliki desa.
Bagi tim Fakultas Teknik UNM, pengenalan energi terbarukan di tingkat masyarakat menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap solusi energi yang efisien dan berkelanjutan.
Lingkungan pertanian memiliki peluang besar untuk memanfaatkan energi surya karena kebutuhan operasional seperti pemompaan air dapat dirancang agar menggunakan sumber energi yang tersedia secara alami.
Konsep tersebut sekaligus mempertemukan teknologi rekayasa dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks Desa Bune, penggunaan solar cell untuk irigasi diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi yang memiliki manfaat praktis, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap energi bersih, dan mendorong tumbuhnya kemandirian energi pada sektor pertanian.
Kegiatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperkenalkan inovasi yang sesuai dengan persoalan di lapangan.
Pengetahuan dan keahlian akademik dapat diterjemahkan menjadi solusi yang lebih aplikatif ketika dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kondisi lokal.
Ke depan, konsep energi mandiri berbasis solar cell diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif yang terus dikaji dan dikembangkan untuk mendukung pengelolaan irigasi pertanian di Kabupaten Bone.
Dengan perencanaan sistem yang tepat, penguatan kapasitas masyarakat, dan pemeliharaan yang berkelanjutan, energi surya memiliki peluang untuk berkontribusi pada pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan. (wis)





