Kementerian UMKM terlibat dalam gelaran Pesta Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun Indonesia ke-81. Dalam hal ini, Kementerian UMKM menggandeng 1.200 UMKM dalam UMKM Expo.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan, hal itu selaras dengan arahan Presiden Prabowo agar acara-acara nasional juga memberikan dampak ekonomi.
“Kan sebetulnya kan pesan dari Pak Prabowo, event-event seperti ini juga menggerakkan ekonomi. Jadi jangan hanya sekadar kita mendapatkan suasana kebahagiaan saja, keramaiannya, tapi juga harus bisa memberikan pendapatan ekonomi buat UMKM kita dan juga buat usaha-usaha mikro yang memang sudah berjualan di sekitar sini. Dan Alhamdulillah disambut luar biasa,” kata Maman di Monas, Jakarta, Senin (17/8).
Kepada para UMKM tersebut, Kementerian UMKM mendukung penyediaan 500 paket kuliner per UMKM yang terdiri dari makanan dan minuman agar dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Adapun untuk makanan, jenis makanan yang dibagikan merupakan makanan seharga Rp 30.000 per porsi dan Rp 15.000 per porsi untuk minuman.
Terkait jumlah peserta, Maman sebenarnya menjelaskan bahwa tak hanya 1.200 UMKM yang terlibat. Ada ratusan UMKM lainnya yang juga didukung di sekitar area acara.
“Sejujurnya itu lebih dari 1.200. 1.200 itu yang bisa terakomodasi ya, tapi ada kurang lebih sekitar 500-an lagi yang akhirnya kita siapkan di luar tempat acara. Ini kan kita acaranya sampai ke Bundaran HI itu. Nah itu juga memberikan impak terhadap UMKM kita,” ujarnya.
Asti (46), salah seorang pelaku UMKM Pentol Judes asal Tangerang menjadi salah satu yang berpartisipasi di sana. Ia mengaku program Pesta Rakyat ini memang memiliki dampak kepada UMKM.
Hal ini karena dagangan mereka sudah terjual terlebih dahulu dengan dibeli oleh Kementerian UMKM untuk dibagikan kepada masyarakat.
“Iya, betul. Ini karena Pesta Kemerdekaan Republik Indonesia khusus untuk seluruh rakyat Indonesia, Jabodetabek dan sekitarnya. Disediakan lebih dari 600.000 porsi dan lebih dari 1.000 UMKM yang terlibat dalam kegiatan ini. Setiap UMKM dipesan sebanyak 500 porsi. Ini sangat membantu untuk kami para UMKM yang ada di sekitar Jabodetabek,” kata Asti.
Adapun, dalam momen ini Asti menyediakan 500 porsi pentol yang terbagi ke dalam dua sesi pembagian masyarakat. Ia merasakan masyarakat memang antusias karena makanan yang disediakan dapat habis dalam waktu cepat.
“Sesi pertama kita 300 porsi dan habis dalam waktu 15 menit saja. Sisanya masih ada 200 porsi untuk sesi berikutnya,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Gina (47) yang merupakan pemilik UMKM Dimsum Latersia. Ia bercerita bahwa dukungan dari Kementerian UMKM kepadanya memang dalam bentuk pembelian di mana terdapat 500 porsi Dimsum yang dibeli dan disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Ke depan ia juga berharap bahwa program serupa dapat terus dilanjutkan.
“Kita mau majuin saja lah. Pokoknya kami oke dengan program ini. Jempol buat Kementerian. Diharapkan program ini bisa terus dilanjutkan dan ke depannya lebih baik lagi,” kata Gina.
Sementara terkait antusiasme masyarakat, ia mengaku hal itu memang terjadi dan tercermin dari makanan yang cepat sekali habis dalam proses pembagian ke masyarakat.
“Meriah sekali. Senang banget karena langsung habis. Sekitar 30 menit langsung habis,” ujarnya.
Di samping itu, Srifennika Purba (37) yang merupakan pelaku UMKM Do&Go (Cathering) juga mengaku senang atas keberadaan acara ini. Hal ini karena menurutnya Kementerian UMKM telah memberi ‘pasar’ kepadanya, hal itu dianggap sebagai suatu kemudahan.
“Mereka benar-benar memberi kita marketnya, kita di DP dari awal, kita cuma benar-benar nyiapin (dagangan). Acara ini ok banget untuk UMKM karena secara tidak langsung marketnya dibukakan dan pasarnya sudah jelas, kira nggak ada yang namanya buang produk dan kita sudah bisa forecast semuanya dengan baik,” ujarnya.





