Hidup di era digital memang serba mudah, hampir semua hal bisa dilakukan dalam hitungan detik. Masalahnya, ketika otak terlalu terbiasa mendapatkan semuanya secara instan, kita bisa semakin mudah berpindah perhatian dari satu hal ke hal lain.
Di tengah kondisi ini, muncul istilah friction-maxxing, yaitu gagasan untuk sengaja mengembalikan sedikit hambatan atau ketidaknyamanan ke dalam aktivitas yang selama ini dibuat sangat mudah oleh teknologi. Istilah ini muncul dalam artikel The Cut pada Januari 2026 yang ditulis Kathryn Jezer-Morton.
Sederhananya, kita tidak harus selalu memilih cara tercepat dan termudah. Sesekali, kita bisa membuat satu aktivitas sedikit lebih merepotkan agar tidak dilakukan secara autopilot dan memberi ruang untuk membuat pilihan yang lebih sadar.
Melansir Everyday Health dan BBC Future, berikut 5 cara melakukan friction-maxxing yang bisa dicoba.
1. Jauhkan Ponsel dari JangkauanMenjauhkan ponsel dari jangkauan, cara melakukan friction-maxxing/Foto: Magnific.com/magnific
Coba perhatikan posisi ponsel ketika sedang mengerjakan sesuatu. Kebiasaan mengecek ponsel bisa terjadi begitu otomatis sampai kita mengambilnya sebelum sempat bertanya apakah memang ada sesuatu yang perlu dilihat. Daripada hanya mengandalkan niat untuk tidak membuka ponsel, tambahkan satu langkah kecil sebelum kita bisa mengaksesnya.
Simpan ponsel di dalam laci, taruh agak jauh dari meja kerja, atau letakkan di ruangan lain ketika sedang membaca. Penelitian yang dirangkum Everyday Health menemukan bahwa keberadaan ponsel saja, meskipun tidak sedang digunakan, pernah dikaitkan dengan performa yang lebih rendah dalam kemampuan berpikir, mengingat, dan memperhatikan.





