Beijing (ANTARA) - Output (total barang dan jasa) industri bernilai tambah China meningkat sebesar 5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam tujuh bulan pertama 2026, tunjuk data resmi pada Senin (17/8).
Berdasarkan sektor, output bernilai tambah sektor pertambangan naik 2,5 persen, sedangkan sektor manufaktur tumbuh 5,6 persen. Sementara itu, output bernilai tambah sektor produksi dan pasokan listrik, pemanas, gas, serta air meningkat 5,4 persen, menurut data yang dirilis Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China.
Output bernilai tambah sektor manufaktur peralatan meningkat 9,7 persen (yoy), sementara sektor manufaktur berteknologi tinggi tumbuh 13,8 persen. Masing-masing melampaui laju pertumbuhan output industri secara keseluruhan sebesar 4,4 dan 8,5 poin persentase.
Ditinjau dari jenis kepemilikan, output bernilai tambah perusahaan yang dikuasai negara tumbuh 3,9 persen (yoy), perusahaan berbentuk perseroan tumbuh 5,8 persen, perusahaan yang didanai investor asing serta investor dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan tumbuh 3,1 persen, sedangkan perusahaan swasta tumbuh 4,5 persen.
Dari sisi produk, output peralatan percetakan tiga dimensi (3D), baterai lithium-ion, dan robot industri masing-masing melonjak 52,3 persen, 40,2 persen, dan 28,5 persen (yoy).
Pada Juli saja, output industri tumbuh 4,5 persen (yoy) dan 0,11 persen secara bulanan (month on month), ungkap data NBS.
Sementara itu, indeks manajer pembelian (purchasing managers' index/PMI) sektor manufaktur China berada di angka 49,2 pada bulan lalu.
Pada Januari-Juni, total laba perusahaan industri China berskala di atas ukuran yang ditetapkan mencapai 3,948 triliun yuan (1 yuan = Rp2.645) atau sekitar 581,67 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.836), meningkat 18,7 persen (yoy).
Output industri digunakan untuk mengukur aktivitas perusahaan-perusahaan berskala besar, yang masing-masing membukukan omzet bisnis utama tahunan sedikitnya 20 juta yuan.
Sun Xiao, ahli statistik NBS, mengatakan bahwa dari Januari hingga Juli, sektor-sektor baru yang diwakili manufaktur berteknologi tinggi dan manufaktur produk digital menyumbang sekitar 50 persen dari pertumbuhan output industri. Angka tersebut meningkat sekitar 3 poin persentase dibandingkan periode enam bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan sektor, output bernilai tambah sektor pertambangan naik 2,5 persen, sedangkan sektor manufaktur tumbuh 5,6 persen. Sementara itu, output bernilai tambah sektor produksi dan pasokan listrik, pemanas, gas, serta air meningkat 5,4 persen, menurut data yang dirilis Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China.
Output bernilai tambah sektor manufaktur peralatan meningkat 9,7 persen (yoy), sementara sektor manufaktur berteknologi tinggi tumbuh 13,8 persen. Masing-masing melampaui laju pertumbuhan output industri secara keseluruhan sebesar 4,4 dan 8,5 poin persentase.
Ditinjau dari jenis kepemilikan, output bernilai tambah perusahaan yang dikuasai negara tumbuh 3,9 persen (yoy), perusahaan berbentuk perseroan tumbuh 5,8 persen, perusahaan yang didanai investor asing serta investor dari Hong Kong, Makau, dan Taiwan tumbuh 3,1 persen, sedangkan perusahaan swasta tumbuh 4,5 persen.
Dari sisi produk, output peralatan percetakan tiga dimensi (3D), baterai lithium-ion, dan robot industri masing-masing melonjak 52,3 persen, 40,2 persen, dan 28,5 persen (yoy).
Pada Juli saja, output industri tumbuh 4,5 persen (yoy) dan 0,11 persen secara bulanan (month on month), ungkap data NBS.
Sementara itu, indeks manajer pembelian (purchasing managers' index/PMI) sektor manufaktur China berada di angka 49,2 pada bulan lalu.
Pada Januari-Juni, total laba perusahaan industri China berskala di atas ukuran yang ditetapkan mencapai 3,948 triliun yuan (1 yuan = Rp2.645) atau sekitar 581,67 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.836), meningkat 18,7 persen (yoy).
Output industri digunakan untuk mengukur aktivitas perusahaan-perusahaan berskala besar, yang masing-masing membukukan omzet bisnis utama tahunan sedikitnya 20 juta yuan.
Sun Xiao, ahli statistik NBS, mengatakan bahwa dari Januari hingga Juli, sektor-sektor baru yang diwakili manufaktur berteknologi tinggi dan manufaktur produk digital menyumbang sekitar 50 persen dari pertumbuhan output industri. Angka tersebut meningkat sekitar 3 poin persentase dibandingkan periode enam bulan pertama tahun ini.





