JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyediakan layanan pemulihan trauma healing dan perpustakaan untuk anak-anak korban gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dua layanan itu tersedia di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, NTT.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, khususnya anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi pengungsian.
"Kehadiran perpustakaan keliling dan trauma healing di GOR Samador menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak," kata Berton, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Pemkot Bogor Akan Beri Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Ia menuturkan, dalam kegiatan trauma healing, pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama.
Tujuannya, agar anak-anak tetap dapat menjalani aktivitas sesuai dengan usia dan kebutuhan perkembangannya.
Kegiatan tersebut dikemas secara interaktif dan menyenangkan, memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam permainan edukatif, bercerita, bernyanyi, hingga mengikuti aktivitas kelompok.
"Hal ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan serta mengurangi kecemasan dan tekanan akibat situasi bencana," ujar dia.
Sementara itu, kehadiran perpustakaan keliling juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengisi waktu sekaligus menjaga aktivitas belajar dan bermain selama berada di pengungsian.
Baca juga: Pimpinan DPR hingga Purbaya Berangkat ke NTT Besok, Beri Bantuan ke Korban Gempa
Kehadiran perpustakaan tersebut, lanjut dia, didukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka.
Berton berharap, layanan dukungan psikososial yang terjalin melalui kolaborasi antarpihak ini dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di pengungsian.
Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.
"Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak bencana, terutama kelompok rentan seperti anak-anak," ujar dia.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





