KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk mendata kerusakan rumah ibadah dan sekolah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Tito usai meninjau salah satu masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).
Ia mengatakan, pendataan tingkat kerusakan kedua fasilitas tersebut menjadi acuan penting bagi kementerian terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan agar kebutuhan pendidikan dan rohani masyarakat dapat terpenuhi.
"Pak Bupati, tolong pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, (didata) tingkat kerusakannya ringan, sedang, (atau) berat secepat mungkin. Makin cepat didata, makin cepat juga kami bergerak," ujar Tito dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Dampak Gempa M 7,7 di NTT, Kantor Kemenag Nagekeo Ambruk, 87 Rumah Ibadah Rusak
Berdasarkan pengalaman, ia menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) termasuk salah satu kementerian yang sigap menangani persoalan pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Di hadapan warga, Tito menceritakan bahwa bencana tanah longsor yang menerjang Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) menyebabkan 4.922 sekolah rusak. Namun, kini hampir semua bangunan sekolah sudah direhabilitasi dan direkonstruksi.
"Di Sumatera itu, 4.922 sekolah yang rusak. Itu sebagian besar, (sekitar) 80-90 persen sudah jalan semua operasional (rehabilitasi dan rekonstruksi)," jelas Tito.
Ia menyampaikan, pemerintah pusat sangat peduli terhadap keberlanjutan pendidikan para siswa di wilayah bencana mengingat hal tersebut menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
Baca juga: 87 Fasilitas Pendidikan di NTT Rusak Akibat Gempa Magnitudo 7,7
Jika bangunan sekolah mengalami kerusakan berat, kata Tito, Kemendikdasmen bisa mengirimkan tenda darurat sembari merehabilitasi bangunan yang rusak.
"Tapi yang utama kita harus memikirkan gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan," ungkap Tito.
Setelah berkeliling dan berinteraksi dengan penyintas gempa di posko pengungsian, ia juga menyempatkan diri menyambangi SMP Abdurrahman Wahid, salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Di sekolah yang terletak di pesisir utara Manggarai Timur tersebut, Tito turut menyerahkan santunan pribadi secara langsung kepada pengurus sekolah.
Baca juga: Ratusan Korban Gempa di Manggarai Timur Belum Mendapat Bantuan
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





