jpnn.com, JAKARTA - Gempa bumi tektonik dengan Magnitudo 6,1 menggoyang Nias Selatan, Sumatera Utara, Selasa pukul 13:02:23 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa terjadi dampak adanya aktivitas subduksi.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Riau Hari Ini, Sejumlah Wilayah Diprediksi Hujan Ringan
"Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu terjadi pada kedalaman 35 km," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Wijayanto dalam keterangannya, Selasa.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,67° LS; 98,29° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 157 Km arah Tenggara, Nias Selatan.
BACA JUGA: Cuaca Hari Ini, Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan, tetapi Jangan Berharap Lebat
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal dan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.
BACA JUGA: Pada Momen Peringatan HUT Ke-81 RI, Menhan Sjafrie Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi itu dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Tapanuli Utara.
Dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu ) dirasakan di Padang Sidempuan, Nias Selatan, Padang Panjang, Pesisir Selatan dan Bukittinggi, Padang, Padang Pariaman, Pariaman, Pasaman Barat, dan Kabupaten Agam.
Sementara dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ) di rasakan di Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli.
Hingga pukul 13:30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan.
BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Kepada masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," katanya. (ant/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Maknai Kemerdekaan, JR Hadir dalam Kepedulian Untuk Warga Terdampak Bencana NTT
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti




