Ada Proyek Jaringan Utilitas, Lalin Jalan Kramat Raya dan Matraman Direkayasa

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Proyek pengerjaan pembangunan prasarana jaringan utilitas akan dilakukan di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat (Jakpus), dan Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur (Jaktim). Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan rekayasa bertahap di ruas jalan tersebut.

"Pekerjaan infrastruktur ini mencakup pemasangan frame manhole, tutup manhole, precast handhole, pipa HDPE, hingga pekerjaan finishing," demikian keterangan di situs Pemerintah Kota (Pemkot) Jakpus, Selasa (18/8/2026).

Rekayasa lalu lintas (lalin) diterapkan secara bertahap untuk menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama masa pengerjaan pembangunan prasarana jaringan utilitas oleh Dinas Bina Marga DKI ini. Separator Transjakarta (TransJ) akan dibongkar bertahap menyesuaikan lokasi proyek pengerjaan untuk menambah lajur kendaraan.

Pengerjaan di Jalan Kramat Raya sisi Barat akan dilakukan di depan Pasar Kenari lama hingga depan Bank Mandiri. Di ruas jalan ini terdapat 52 titik manhole sepanjang 1,2 kilometer (km).

Baca juga: Total 50 Bus Hangus Terbakar di Pangkalan Cikarang, Penyebab Diselidiki

Pengerjaan dilakukan secara bertahap pada 8 Agustus-30 November 2026. Selama pengerjaan pembangunan prasarana jaringan utilitas, akan terjadi penyempitan lajur sehingga ada potensi kemacetan.

"Dampak Lajur: Selama pekerjaan berlangsung, terjadi penyempitan badan jalan dan pengurangan lebar lajur di area pengerjaan," katanya.

Proyek prasarana jaringan utilitas di Jalan Matraman Raya dilakukan mulai Jalan Kesatria 1 hingga Simpang Matraman dan akan dikerjakan 1 September-26 November (dok Dishub DKI)

Sementara itu, di Jalan Matraman Raya, pengerjaan pembangunan prasarana jaringan utilitas dilakukan mulai Jalan Kesatria 1 hingga Simpang Matraman. Di ruas jalan ini akan ada 48 titik manhole sepanjang 1,3 km yang akan dikerjakan 1 September-26 November.

"Selama pekerjaan berlangsung akan terjadi penyempitan badan jalan/pengurangan lebar lajur," katanya.

Separator bus TransJ di Jalan Matraman Raya juga akan dibongkar bertahap menyesuaikan proyek pengerjaan yang berlangsung untuk menambah lajur kendaraan.

Baca juga: BEM UI Sampaikan Orasi di Tosari Jakpus

"Guna mengurai potensi kemacetan, separator Transjakarta di sepanjang area pekerjaan digeser secara fleksibel sesuai kebutuhan lapangan, sehingga bus Transjakarta akan beroperasi secara mixed traffic (berbagi lajur)," katanya.

Dishub mengatakan PT Scitech Utama selaku pelaksana Pembangunan Prasarana Jaringan Utilitas di Jalan Kramat Raya dan di Jalan Matraman Raya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna jalan (motorized dan unmotorized) di lokasi pelaksanaan pembangunan.

"Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan," katanya.




(jbr/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
CIMB Niaga (BNGA) Terus Perkuat Ekosistem Digital, Lebih dari 90 Persen Transaksi Lewat OCTO
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Underinvoicing dan Pencucian Uang dalam Wajah Kejahatan Korporasi Modern
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Investasi Bodong Berujung Petaka, Suami Bunga Zainal Akui Rumah Tangganya Sempat Panas
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Danantara Dorong Kemandirian Ekonomi Indonesia Lewat Investasi dan Hilirisasi
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Bhayangkara FC Bidik Papan Atas BRI Super League 2026/2027, Oscar Bruzon Yakin Bisa Ulangi Kesuksesan di India
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.