Masjid hingga RS di Jogja Kirim Bantuan dan Relawan untuk Korban Gempa NTT

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah lembaga di Yogyakarta mulai mengirimkan bantuan dan relawan untuk mendukung penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan antara lain dikirim Masjid Nurul Ashri Sleman dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Masjid Nurul Ashri mengirim tujuh relawan ke sejumlah wilayah terdampak. Koordinator Program Baitul Bal Masjid Nurul Ashri, Sunyoto, mengatakan relawan tersebut ditempatkan di Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Kabupaten Sikka.

“Tiga orang di Manggarai Barat, tiga orang di Manggarai Timur, dan satu orang di Kabupaten Sikka. Namun ini yang di Manggarai Timur masih terkendala teknis karena jalan terputus,” kata Sunyoto dihubungi Pandangan Jogja, Selasa (18/8).

Bantuan yang dibawa maupun disiapkan meliputi kebutuhan dasar dan peralatan untuk mendukung penanganan di lokasi terdampak.

“Kebutuhan terpal, kasur, genset, starlink, chainsaw, dan sembako belanja di sana,” sambungnya.

Ketujuh relawan tersebut tergabung dalam dua tim. Satu tim telah berada di lokasi sejak 29 Juli untuk melakukan observasi program pendidikan dan renovasi sekolah. Setelah gempa, tim tersebut menghentikan sementara renovasi dan beralih mendampingi warga terdampak.

“Lalu 1 tim sudah ada di sana sejak 29 Juli, untuk observasi program pendidikan, dan mulai pengerjaan renovasi sekolah, pasca gempa kita tugaskan untuk hold renovasinya dan mendampingi warga yang terdampak karena lokasi tersebut juga terdampak kerusakan,” tambahnya.

Sementara tim kedua akan diberangkatkan pada Rabu (19/8) dengan membawa armada dan logistik melalui jalur darat.

Masjid Nurul Ashri juga masih merekrut tenaga medis untuk mendukung respons kemanusiaan di lapangan. Keberangkatan tenaga medis masih menunggu hasil asesmen relawan yang telah berada di lokasi.

Selain mengirim relawan ke wilayah terdampak, Masjid Nurul Ashri membuka bantuan bahan makanan bagi perantau asal Flores yang berada di Yogyakarta dan terdampak gempa. Bantuan dapat diambil di Masjid Nurul Ashri dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi melalui nomor 082138505307.

RSUP Dr Sardjito Kirim Tenaga Medis

Di sisi lain, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mengirim tujuh tenaga medis ke NTT. Tim tersebut akan menjalankan misi pelayanan kesehatan dengan fokus di RSUD Bajawa, Kabupaten Ngada. Pelepasan relawan dilakukan pada Senin (17/8).

Ketujuh tenaga medis tersebut terdiri atas dokter spesialis bedah tulang dan sendi, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif, dokter spesialis bedah, serta tiga tenaga kesehatan.

Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Romanianto, dalam keterangan tertulisnya menyebut tenaga kesehatan dibutuhkan tidak hanya untuk memberikan pelayanan medis, tetapi juga untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di tengah situasi darurat.

“Kami berharap tim yang diberangkatkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak serta memperkuat pelayanan kesehatan di RSUD Bajawa di Kabupaten Ngada,” kata Romanianto.

Pemda DIY Beri Dukungan Pendanaan hingga Obat-obatan

Selain bantuan dari lembaga sosial dan rumah sakit, Pemda DIY juga menyiapkan dukungan untuk penanganan dampak gempa NTT.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan bantuan mencakup dukungan dana untuk Pemda NTT, obat-obatan melalui kolaborasi dengan RS Bethesda dan UGM, serta bantuan permakanan bagi mahasiswa asal NTT yang tinggal di asrama di DIY.

“Kemudian yang untuk masyarakat yang di sini, kan ada satu asrama NTT. Itu kami bantu makanan, beras. Kami bantu 1 bulan kalau hitungannya kurang lebih 400 kiloan, dengan telur, dan makanan pendamping,” kata Made kepada awak media di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (18/8).

Pemda DIY juga akan melibatkan perbankan dan aparatur sipil negara (ASN) dalam penggalangan bantuan. Pemda DIY akan menerbitkan Surat Edaran Gubernur untuk penggalangan dana ASN yang nantinya dikoordinasikan bersama BAZNAS.

“Yang permakanan itu (dana) Kepala OPD kita mintain dan ASN itu ada surat edaran dan kolaborasi dengan BAZNAS pengirimannya,” kata Made.

Selain itu, Pemda DIY akan mengupayakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana. Gubernur DIY akan berkirim surat kepada para rektor untuk meminta keringanan UKT setidaknya selama satu semester.

“Nanti ada Surat Gubernur kepada Rektor untuk minta keringanan paling tidak selama 1 semester,” ujar Made.

Pemda DIY juga berencana memberikan bantuan dana sekitar Rp1 miliar kepada Pemda NTT. Namun, penyaluran dana tersebut masih menunggu proses penganggaran karena pembahasan anggaran telah masuk dalam KUA-PPAS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Investasi Bodong Berujung Petaka, Suami Bunga Zainal Akui Rumah Tangganya Sempat Panas
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Dikbud Enrekang Juara Satu Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD
• 21 jam laluharianfajar
thumb
DPR Tugaskan Anggota Dapil NTT Siaga Bantu Koordinasi Penanganan Gempa, Puan: NTT Tidak Sendirian
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pigai dorong penguatan advokasi warga di wilayah konflik
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
9.242 Personel TNI-Polri Amankan 31 Aksi Demo di Jakarta
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.