Jakarta: Semangat kemerdekaan mewarnai kawasan SCBD Weekland, Jakarta, melalui perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia bertajuk Harmoni Kemerdekaan. Tak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan ini turut menampilkan beragam budaya Nusantara dan melibatkan lebih dari 60 UMKM binaan.
Kegiatan yang diselenggarakan Creative Event Entertainment dengan dukungan PT Danayasa Arthatama tersebut menghadirkan pertunjukan budaya, musik, hingga festival UMKM dengan beragam kuliner dan minuman lokal.
Lebih dari 60 UMKM binaan turut ambil bagian dalam perayaan tersebut. Para pelaku usaha menawarkan berbagai produk kuliner dan minuman khas Indonesia kepada masyarakat yang hadir. Salah satu warisan Nusantara yang mendapat sorotan adalah jamu. Minuman berbahan rempah tersebut diperkenalkan kembali dengan konsep yang lebih modern agar semakin dekat dengan generasi muda.
Direktur Creative Event, Ananta Pribadi, mengatakan pemilihan jamu sebagai salah satu bagian utama kegiatan merupakan upaya untuk menjaga warisan budaya Indonesia di tengah masuknya berbagai produk minuman dari luar negeri.
Baca Juga :
Menelusuri Jejak Perumusan Proklamasi di Rumah Laksamana Maeda“Jamu adalah warisan budaya yang tidak ternilai di Indonesia. Kita ingin jamu punya posisi yang istimewa di Indonesia,” ujar Ananta.
Menurutnya, pengenalan jamu dilakukan melalui sejumlah kegiatan interaktif, mulai dari workshop pembuatan jamu hingga permainan blind testing. Pengunjung diajak mencoba sekaligus menebak bahan yang digunakan dalam berbagai jenis jamu.
“Kami perlu untuk tetap menjaga jamu tetap ada di hati masyarakat Indonesia,” katanya.
Pemilik Men Djamu atau Mbok Jamu, Gustia, mengatakan saat ini terdapat beragam jenis jamu yang dapat dinikmati masyarakat. Produk jamu yang ditawarkan tidak hanya berupa jenis tradisional yang sudah dikenal luas, seperti kunyit asam dan beras kencur. Ia menyebut produknya memiliki sekitar 22 jenis minuman berbahan rempah dan bunga. Beberapa di antaranya dikembangkan dengan konsep yang lebih modern dan menyasar kebutuhan masyarakat masa kini.
“Generasi muda dan generasi milenial itu sudah pasti jamu itu sudah generasi lama, tapi diangkat sama orang-orang yang menciptakan jamu itu sendiri di versi lebih modern,” tutur Gustia.
Menurut Gustia, inovasi tersebut membuat jamu tetap memiliki ruang untuk berkembang dan bersaing dengan berbagai jenis minuman kekinian.




