Politeknik Palopo Tingkatkan Kualitas Pelaut Profesional untuk Pasar Domestik dan Internasional

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, PALOPO – Politeknik Palopo bersama Pemerintah Kota Palopo resmi menjalin kerja sama untuk menggelar pendidikan dan pelatihan calon pelaut yang terampil dan siap bersaing di pasar nasional maupun mancanegara. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Politeknik Palopo, H Eden Kemal Abubakar Malinta SE, MM, dan Wali Kota Palopo, Naili, dalam momentum peringatan detik-detik HUT RI ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026 di Lapangan Pancasila Palopo.

Kebutuhan pelaut di Indonesia dan luar negeri mencapai puluhan ribu setiap tahun, namun ketersediaan pelaut yang memiliki keterampilan memadai masih belum terpenuhi. Hal ini mendorong Politeknik Palopo dan Pemkot Palopo untuk fokus mengembangkan program pelatihan yang dapat menghasilkan tenaga pelaut dengan kemampuan operasional teknologi kapal yang canggih.

“Program ini merupakan program unggulan Wali Kota Naili dan Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud dalam visi dan misinya,” jelas Eden Kemal saat ditemui di Lapangan Pancasila Palopo.

Lebih lanjut, Eden Kemal menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan calon pelaut akan digelar di kampus Politeknik Palopo dengan harapan para lulusan dapat langsung bekerja di kapal niaga baik dalam negeri maupun luar negeri.

Wali Kota Palopo, Naili, menyatakan dukungan penuh terhadap program pendidikan pelaut yang dijalankan Politeknik Palopo. Ia menilai fasilitas yang dimiliki institusi tersebut sudah sangat memadai untuk melaksanakan pelatihan berkualitas.

Sebelumnya, Trisal Tahir, salah satu tokoh yang berkunjung ke Politeknik Palopo, mengapresiasi fasilitas belajar yang sangat maju dan relevan dengan kebutuhan pelaut masa kini.

“Kami membutuhkan tenaga kerja pelaut untuk dikirim ke kapal asing di luar negeri. Tapi, kapal asing membutuhkan pelaut yang punya skill memadai,” katanya saat berkunjung ke Politeknik Palopo beberapa waktu lalu.

Trisal menambahkan bahwa pelaut saat ini tidak hanya mengandalkan kemampuan tradisional seperti navigasi bintang, melainkan juga harus mampu mengoperasikan teknologi perkapalan modern.

“Sekarang ini pelaut tidak lagi hanya mengandalkan pelaut yang mampu belajar bintang-bintang. Tapi, mampu mengoperasikan teknologi di kapal,” pungkasnya. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Praperadilan Febrie Jilid I: Minta Tersangka Batal, Geledah Rumah Sentul Tak Sah
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa NTT, Polri Kerahkan 236 Personel dan 247 Ton Bantuan untuk Jangkau Warga Terdampak
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Nasib Keuangan Shio Kuda 18 Agustus 2026: 'Lari Kencang' Dapat Cuan atau Malah Jatuh Tersungkur?
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Dari Pasar Kosambi ke mancanegara, QRIS dorong perluasan pasar UMKM
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Plan B Jokowi Jika Gibran Tak Lagi Jadi Cawapres Prabowo
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.