jpnn.com, MANGGARAI - Politikus PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo merasakan sendiri bagaimana paniknya warga NTT atas bencana gempa yang terjadi berulang sejak Sabtu lalu.
Gempa susulan dirasakan Ganjar saat mengunjungi pengungsian di Kampung Waso Desa Satar Kampas Kec Lambaleda Utara Manggarai Timur, Senin (17/8) malam.
BACA JUGA: Tolong, Warga Korban Gempa di Desa Sisir, Manggarai Timur Flores Belum Dapat Bantuan
Ganjar merasakan sendiri beberapa kali gempa. Ganjar tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 21.00 WITA.
Ganjar yang tiba bersama politikusPDIP lainnya yakni Tri Rismaharini dan lainnya langsung disambut ribuan pengungsi di lokasi.
BACA JUGA: HUT ke-81 RI, Dirut Pertamina Pimpin Aksi Kemanusiaan Gempa di NTT
Para pengungsi begitu antusias. Mereka berebut menyalami Ganjar dan meminta foto bersama.
"Terima kasih Pak Ganjar sudah datang menengok kami. Terima kasih pak," teriak warga.
BACA JUGA: Berduka Bersama Korban Gempa Flores, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan RI
Ganjar kemudian menyalami warga dan menjenguk ribuan pengungsi yang ada di tenda-tenda. Satu per satu tenda ia sambangi dan menyapa para pengungsi.
"Sudah makan atau belum bapak ibu?ada yang sakit tidak?," sapa Ganjar.
Warga kemudian menceritakan kondisi mereka. Beberapa warga ada yang sakit dan belum mendapat perawatan medis. Ganjar pun langsung meminta tim kesehatan dari PDIP yang ikut rombongan langsung memeriksa.
Saat berbincang menyapa para pengungsi itulah, tiba-tiba gempa terjadi. Ganjar dan para pengungsi yang terkejut langsung berdoa. Beberapa pengungsi juga berteriak karena trauma. Anak-anak menangis.
"Ya Allah. Allahuakbar, Allahuakbar. Laa ilaa ha illallah," ucap Ganjar dan warga bersamaan.
Dalam beberapa menit, gempa terjadi beberapa kali. Terasa lebih dari empat kali gempa terjadi saat Ganjar dan para pengungsi berada di dalam tenda. Dua gempa terasa cukup kuat karena getarannya membuat panik para pengungsi.
"Pak, kami takut pak," ucap warga.
"Kita berdoa bersama semoga bencana ini segera berakhir ya bapak ibu. Saya mohon tetap sabar, semoga kita semua terlindungi," kata Ganjar menenangkan.
Kampung Waso memang terdampak cukup parah akibat gempa NTT. Rumah-rumah hancur, menimbulkan korban jiwa dan luka berat maupun ringan.
Ganjar mengatakan dampak di lokasi bencana NTT memang cukup parah. Banyak bangunan rusak dan korban jiwa maupun luka.
"Namun yang tidak boleh dilupakan adalah mengobati trauma. Apalagi, sampai sekarang gempa masih terus terjadi. Maka penting untuk menerjunkan tim trauma healing agar masyarakat bisa tenang," ujarnya. (flo/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi




