Tekad Kampung Dipowinatan Mengikat Kekerabatan

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Ketika sebagian kalangan menilai gaya hidup warga Kota Yogyakarta terus bertransformasi layaknya masyarakat kota besar nan individualis, Kampung Dipowinatan mencoba melawan hal itu dengan mempertahankan kebersamaan mereka. Melalui acara tahunan Merti Golong Gilig, warga di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, itu berusaha mempertahankan eratnya kekerabatan yang diwariskan oleh leluhur mereka.

Ratusan warga berdatangan ke ruang terbuka hijau publik (RTHP) di tengah Kampung Dipowinatan setelah kirab dengan iring-iringan pasukan bregada selesai. Sebuah gunungan berisi makanan bakpao dan arem-arem diletakkan di tengah tempat itu.

Pasukan bregada memimpin jalannya kirab di Kampung Dipowinatan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Warga mengusung gunungan berisi bakpao dan arem-arem.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Peserta kirab melintas di depan gambar kristik tentang sosok Bung Karno.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sebagian warga masih sibuk menyiapkan makanan yang diletakkan di meja di depan rumah masing-masing. Mereka menghidangkan masakan terbaik mereka untuk siapa pun yang datang. Semua makanan itu boleh dinikmati secara gratis.

Setiap tanggal 18 Agustus, warga kampung tersebut merayakan kebersamaan mereka dengan acara tradisi itu. Menurut Mahadeva Wahyu Sugianto, salah satu warga, acara itu juga untuk memperingati penggabungan Kampung Kintelan dan Kampung Numbal yang menyatu menjadi Kampung Dipowinatan.

Sapu lidi yang ditampilkan di tengah acara menjadi simbol pentingnya kekerabatan yang harus dijaga secara erat. Makanan yang dihidangkan secara gratis juga menjadi lambang semangat berbagi.

Kampung Dipowinatan terus menjaga persaudaraan mereka dan menjadi contoh bagi warga di berbagai kampung lainnya di Yogyakarta. Mereka sadar bahwa nilai-nilai persaudaraan kerap dapat melampaui berbagai nilai materi yang kerap menimbulkan bermacam sekat dalam kehidupan bertetangga sehari-hari.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Gejolak Pep Guardiola di Manchester City: Nyaris Menangis, Ribut dengan Kapten, hingga Mengancam Hengkang
• 13 jam lalubola.com
thumb
Bareskrim Gerebek Toko Emas di Sunter, Sita Balok Emas yang Dilebur Jadi Gel
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Bantu Korban Gempa NTT, Polda Jateng Kerahkan 10 Truk & Tim Medis
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Massa Aksi Mulai Berdatangan di Kawasan Sudirman, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG dan KDMP
• 6 jam laludisway.id
thumb
Papua Barat Susun RTRW Laut untuk Lindungi Terumbu Karang dari Kerusakan
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.