jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengaku akan melakukan evaluasi keberlanjutan insentif sebesar Rp 6 juta per hari bagi SPPG.
Hal ini Sudaryono katakan, setelah masyarakat luas menyoroti besaran insentif Rp 6 juta per hari untuk semua SPPG.
BACA JUGA: HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Ungkap Kinerja Pendapatan Daerah Capai Rp 8,38 Triliun
"Sedang kami evaluasi, nanti tunggu tanggal mainnya," ucap Sudaryono di Jakarta, Senin (17/8).
Sudaryono juga mengaku telah menutup sebanyak 1.300 SPPG selama dirinya bertugas di BGN ini.
BACA JUGA: Hasto PDIP Ungkap Kasus Keracunan MBG Berulang Akibat Ada Pemburu Rente
"Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya maka dengan berat hati harus saya tutup permanen," kata Sudaryono.
Selain penutupan operasional dapur, tindakan tegas juga akan diberlakukan kepada jajaran personel BGN yang tidak mampu menjalankan standar kerja yang ditetapkan.
BACA JUGA: BGN Bakal Wajibkan Penggunaan Test Kit pada Dapur MBG, Seusai Keracunan Massal
"Bagi personil-personil yang tidak bisa mengikuti standar tinggi yang saya punya, mohon maaf harus saya copot atau saya pecat status ASN PPPK-nya," tegasnya.
Sudaryono menekankan penindakan ini bertujuan untuk melindungi kemitraan SPPG lain yang sudah menjalankan tugasnya secara prima selama ini.
BGN juga berencana menyediakan fasilitas test kit kimiawi di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi racun seperti arsenik dan pembusukan makanan.
Langkah penggunaan test kit tersebut diambil oleh BGN untuk mengevaluasi adanya kasus keracunan makanan di Berastagi serta menjaga kualitas pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia.(era/antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Mas Dar Sampai Mengancam Pecat PPPK yang Bekerja Ala Kadarnya
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




