Danantara Kelola Saham BEI, Ekonom Dorong Lebih Banyak BUMN IPO

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memiliki saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapat respons positif dari ekonom.

Menurut Rully Arya Wisnubroto Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, keterlibatan Danantara dalam proses demutualisasi BEI dapat memberikan prospek positif bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Ia optimistis karena Danantara diisi oleh kalangan profesional.

“Demutualisasi, ya, nanti kemungkinan berada di bawah Danantara berarti. Kalau saya melihat Danantara sih sangat optimis, ya, karena isinya orang-orang profesional,” ujar Rully di Jakarta pada Selasa (18/8/2026).

Menurut Rully, keterlibatan Danantara juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak perusahaan, khususnya badan usaha milik negara (BUMN), untuk melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Ia berharap proses tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi BUMN untuk memperoleh pendanaan melalui pasar modal sekaligus memperluas pilihan investasi bagi investor.

Terkait penentuan BUMN yang berpeluang melakukan IPO, Rully menyerahkan keputusan tersebut kepada Danantara sebagai lembaga pengelola investasi.

“Itu tugasnya Danantara (menentukan IPO BUMN),” katanya dilansir dari Antara.

Demutualisasi BEI merupakan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Melalui ketentuan tersebut, struktur kepemilikan BEI dapat melibatkan tiga lembaga negara, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Danantara Indonesia.

Danantara saat ini tengah mempersiapkan proses untuk memiliki saham BEI. Pandu Sjahrir Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembahasan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai mekanisme kepemilikan saham tersebut.

Pandu menjelaskan, kepemilikan Danantara di BEI akan dilakukan melalui PT Danantara Investment Management (DIM). Pembelian saham BEI tersebut akan menjadi bagian dari aktivitas investasi Danantara.

Sementara itu, Jeffrey Hendrik Direktur Utama BEI mengatakan bahwa sejumlah investor potensial telah menyampaikan minat untuk memiliki saham BEI setelah proses demutualisasi.

Menurut Jeffrey, BEI kini berdiskusi dengan OJK dan seluruh pemegang saham untuk menindaklanjuti minat dari calon investor tersebut.

Meski nantinya terdapat investor yang memiliki saham BEI, Jeffrey memastikan independensi pasar modal Indonesia tetap dijaga. Prinsip tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan demutualisasi sebagaimana diatur dalam UU P2SK.

Jeffrey juga menegaskan BEI mendukung pelaksanaan demutualisasi dan berkomitmen menjalankan amanat UU P2SK. (ant/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Malaysia Airlines Tes Narkoba 2.840 Awak Kabin Imbas Penangkapan Pilot di Soetta
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Niat Ingin Upacara Merakyat, Bupati Lucky Hakim Malah Hampir Dipeluk Wanita Diduga ODGJ
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Dinkes Sikka pastikan pelayanan kesehatan bagi penyintas gempa bumi
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Ribuan Warga Korban Gempa NTT Masih Mengungsi
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Politeknik Dewantara Dampingi Merah Putih ILS Perkuat Pemasaran Digital dan Layanan Siswa
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.