Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta anggota Fraksi Golkar DPR RI tak segan mengkritik kementerian yang lambat menjalankan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal itu juga berlaku bagi kementerian yang dipimpin kader Golkar.
Bahlil menegaskan, kritik parlemen bukan berarti Golkar tidak mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurut dia, koreksi diperlukan agar program pemerintah berjalan sesuai target.
Advertisement
“Semua menteri yang ada di Golkar enggak boleh merasa kalau dikoreksi oleh parlemen, enggak boleh merasa bahwa itu kita tidak didukung,” kata Bahlil saat memberikan pengarahan kepada pengurus DPP, DPD, dan Fraksi Golkar DPR RI, Selasa (18/8/2026).
Menurut Bahlil, kementerian yang realisasi programnya lambat harus didorong oleh anggota fraksi. Ia bahkan menyebut Kementerian ESDM, yang saat ini dipimpinnya, juga harus mendapat sorotan jika pelaksanaan programnya tersendat.
“Nggak apa-apa, itu kita harus fair. Kalau kita mau, karena memperlambat realisasi kalau programnya udah jalan, itu sama dengan menghambat pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Bahlil menjelaskan, belanja pemerintah menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi. Jika anggaran lambat dieksekusi, dampaknya dapat merembet pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, dia meminta kader Golkar di parlemen berani memberikan koreksi kepada para menteri. Menurutnya, menteri dari Golkar harus mampu menjawab kritik dengan argumentasi yang baik dan benar.
“Mana ada orang yang hebat tanpa ada koreksi. Jangan kita memposisikan diri benar dengan segala maha firman-Nya,” tegas Bahlil.




