Grid.ID - Kronologi Mendagri disetop ibu-ibu di Kabupaten Nagekeo, NTT masih menjadi perbincangan publik. Ternyata ibu tersebut mengadukan sesuatu pada Tito Karnavian.
Belum lama ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno tidak menghadiri upacara HUT RI Ke-81 di Istana Negara. Hal itu lantaran mereka bertolak ke NTT untuk menangani darurat bencana.
Hal itu diungkap oleh Penasihat Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. Ia juga menjelaskan bahwa hal itu adalah arahan dari Presiden Prabowo.
"Iya presiden hari pertama langsung kirim beberapa menteri ke sana untuk dan berikut bantuan ya. Pesawat juga malamnya langsung disiapkan oleh presiden," ujarnya.
"Dan hari ini mungkin beberapa menteri masih standby di sana. Menko PMK masih di sana, Mendagri masih di sana, berbagai menteri masih di sana," lanjutnya.
Lalu, bagaimana kronologi Mendagri disetop ibu-ibu tersebut? Dikutip dari KOMPAS.com pada Selasa (18/8/2026), Tito Karnavian saat itu melintas di Kampung Kajulaki, Jalan Jenderal Sudirman, Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Saat itu, ibu-ibu tersebut pun langsung mengerumuni mobil Mendagri. Mereka menyampaikan keluh kesah akibat bencana gempa yang terjadi.
Saat Tito Karnavian turun dari mobil, seorang warga langsung menghampirinya. Ia mengadukan kondisi rumah mereka yang hancur akibat gempa.
"Pak seperti ini semua kondisi rumah di sini, Pak," ujarnya.
Selain itu, seorang warga lain pun juga mengadukan keluh kesahnya. Ia memperlihatkan keadaan air yang harus mereka konsumsi.
"Ini keadaan air yang kami minum, Pak," ujarnya.
Tito Karnavian pun tampak mendengarkan keluh kesah warga. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan segera mendata para korban agar segera mendapatkan bantuan dari pemerintah.
"Ya Ibu, mohon maaf, nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat," jelas Tito Karnavian, dikutip dari Tribunnews.
Tito menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan bantuan untuk warga. Stimulus biaya perbaikan rumah itu dianggarkan mulai Rp15 juta hingga Rp70 juta.
"Karena nanti yang rusak ringan itu dibantu oleh BNPB, pemerintah, ada nanti dikasih tahu," jelasnya lagi.
Tito pun menanyakan kepada warga terkait listrik yang sempat terputus. Dirinya siap meneruskan ke Dirut PLN apabila listrik masih padam.
Namun, warga menjelaskan bahwa listrik di wilayah mereka sudah hidup kembali. Sebelumnya, listrik di tempat tersebut sempat padam.
"(Listrik) Hidup Pak sudah," terang seorang warga.
Setelah kronologi Mendagri disetop ibu-ibu ini, Tito juga membagikan uang Rp50 juta untuk para korban. Ia menitipkan uang tersebut pada Ketua RT.
"Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp 50 (juta), bagi-bagi ya," ungkapnya.
Seperti yang diketahui, gempa besar sempat mengguncang NTT. Akibatnya, ratusan warga harus mengungsi.
Mereka kehilangan tempat tinggal. Bahkan, puluhan korban dikabarkan meninggal dunia akibat gempa ini. (*)
Artikel Asli




