JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan sebanyak 70 orang tewas dan 31.000 lebih warga mengungsi akibat gempa M 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Per hari ini, telah disampaikan sebelumnya ada 70 orang meninggal dunia. Ada 31.000 lebih orang yang mengungsi dan 16.000 KK terdampak," kata Saifullah dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Update Gempa NTT: 70 Orang Meninggal, 132 Luka-luka
Dari sisi kerusakan, sebanyak 12.153 rumah terdampak. Rinciannya, 6.578 rumah mengalami rusak berat, 1.660 rumah rusak sedang, dan 3.915 rumah rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas publik. Tercatat 264 fasilitas pendidikan dan 83 fasilitas kesehatan terdampak, yang terdiri dari sembilan rumah sakit dan 74 puskesmas.
Selain itu, satu gudang Bulog, 116 fasilitas umum, satu pasar, 157 rumah ibadah, 171 unit kantor, tujuh fasilitas irigasi, serta lima jembatan turut terdampak.
"Kerugian material sekarang masih dalam proses pendataan. Tentu jumlahnya akan bertambah," ucap Saifullah.
Baca juga: Hari ke-4 Gempa NTT: Basarnas Nyatakan Tak Ada Lagi Laporan Orang Hilang
Kemensos menyiapkan santunan Rp 15 juta bagi ahli waris korban meninggal, serta bantuan bagi korban yang mengalami luka berat sebesar Rp 5 juta.
"Akan ada tali asih bagi yang meninggal dunia, diberikan ke ahli waris. Ada juga bantuan kepada yang luka-luka berat dari kami. Seterusnya nanti tentu ada pemberdayaan, ada program-program pemulihan," jelasnya.
Saifullah menyebut, pemerintah bersama kementerian dan lembaga, TNI-Polri, serta pemerintah daerah terus melakukan evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan penanganan warga terdampak.
"Sampai sekarang, kami terus bekerja sama di daerah bersama dengan kementerian-kementerian yang lainnya," ucapnya.
Sejauh ini, Kemensos telah menggelontorkan Rp 14 miliar untuk penanganan darurat ke NTT.
Nilai bantuan tersebut diberikan dalam sejumlah jenis bantuan, yakni beras, sembako, perlengkapan pengungsi, santunan ahli waris, hingga santunan korban luka.
Beras reguler 48 ton senilai Rp 627.0000; sembako 7.500 paket senilai Rp 2.250.000.000; butterstock logistik Rp 4.518.328.378; santunan ahli waris untuk 70 jiwa (15 juta) Rp 1.050.000.000; santunan korban luka (5 juta) untuk 199 orang Rp 995.000.000; serta pembangunan dapur umum Rp 5.167.610.000.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





