Ritel Indonesia Hadapi Perubahan Besar, Strategi Lama Mulai Ditinggalkan

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Industri ritel Indonesia tengah mengalami perubahan model bisnis. Pusat perbelanjaan yang sebelumnya bertumpu pada aktivitas transaksi kini dituntut menghadirkan pengalaman yang membuat konsumen mau datang, berinteraksi, dan kembali lagi.

Perubahan tersebut terlihat dari semakin kuatnya konsep lifestyle destination di pusat perbelanjaan. Konsumen tidak lagi hanya datang untuk membeli kebutuhan, tetapi juga mencari ruang untuk bersosialisasi, menikmati hiburan, mengikuti kegiatan komunitas, hingga mendapatkan layanan yang terhubung dengan kanal digital.

Riset pasar juga menunjukkan arah serupa. CBRE mencatat pasar ritel Jakarta pada 2026 mengalami pergeseran dari model berbasis transaksi menuju ekosistem yang berorientasi pada pengalaman. Segmen gaya hidup seperti makanan dan minuman, fesyen, olahraga, dan rekreasi diproyeksikan menjadi salah satu penggerak permintaan ruang ritel. 

Di tengah perubahan tersebut, sejumlah pemain ritel mulai menata kembali struktur bisnisnya. Salah satunya PT Star Maju Sentosa yang memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru untuk menaungi sejumlah lini usahanya.

Langkah tersebut menarik karena perusahaan yang sebelumnya dikenal melalui Star Department Store dan Happy Harvest Supermarket kini mencoba menempatkan bisnis-bisnis tersebut dalam satu ekosistem. Joysparks Group juga akan menaungi Lintas Bookstore yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir 2026.

Finance Director Joysparks Group Deddy Wongso mengatakan perubahan tersebut tidak terlepas dari perkembangan bisnis perusahaan yang kini memiliki lebih dari satu lini usaha.

“Joysparks Group lahir dari perjalanan perusahaan yang terus berkembang. Hari ini kami tidak lagi hanya mengelola satu atau dua brand, tetapi membangun sebuah ekosistem ritel yang saling melengkapi. Karena itu, kami membutuhkan identitas yang dapat menyatukan seluruh portofolio bisnis di bawah satu payung, sekaligus mencerminkan arah perusahaan ke depan. Kami berharap Joysparks Group dapat menjadi fondasi untuk terus tumbuh bersama pelanggan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Deddy Wongso saat konferensi pers di Serpong, Tangerang, Selasa (18/8/2026).

Perubahan strategi seperti ini muncul ketika persaingan ritel semakin kompleks. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan melalui e-commerce, sementara pusat perbelanjaan harus memberikan alasan tambahan agar masyarakat tetap datang secara fisik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jawaban Istana soal Bendera Gambar Prabowo Diterbangkan saat Perayaan HUT 81 RI
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Massa Aksi di Sudirman Bubarkan Diri, Sejumlah Peserta Turut Bersihkan Sampah
• 19 jam laludisway.id
thumb
Polda Metro Jaya Jelaskan Alasan BEM UI Dilarang Gelar Aksi di Bundaran HI
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Fathimah BEM UI Ungkap Benang Merah 8 Tuntutan Mahasiswa hingga Suasana Demo Depan UOB
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Hari Konstitusi, Plt Sekjen MPR Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter Generasi Bangsa
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.