Medan (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyatakan, pembinaan sebanyak 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sumut tidak berhenti setelah peringatan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Pembinaan tidak boleh berhenti setelah tanggal 17 Agustus," ucap Surya usai melepas sebanyak 74 anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sumut usai menjalankan tugas peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.
Namun, lanjut dia, kolaborasi pembinaan antara pemerintah provinsi, kabupaten, kota, purna Paskibraka Indonesia, sekolah, keluarga, dan masyarakat Sumut harus terus diperkuat.
Membangun Sumatera Utara tidak hanya bertujuan bagi kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap daerah.
Wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berharap pada masa mendatang dari barisan pasukan pengibar bendera pusaka ini akan lahir pemimpin Sumut dan Indonesia.
“Saya berharap beberapa tahun yang akan datang, barisan Paskibraka berdiri di hadapan saya hari ini, akan lahir pemimpin-pemimpin Sumatera Utara dan Indonesia," kata Surya.
Pihaknya mengapresiasi para anggota Paskibraka telah melalui proses seleksi, pendidikan, dan pelatihan. Ia berpesan, selesainya pengibaran bendera bukan berarti berakhirnya pengabdian.
"Hari ini kalian memang kembali ke daerah masing-masing. Seragam Paskibraka mungkin akan dilepas, tetapi nilai-nilai yang telah didapatkan jangan ikut dilepaskan," tuturnya.
"Disiplin, tanggung jawab, integritas, kebersamaan, semangat persatuan, dan kecintaan kepada Indonesia," tutur Surya
Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut Andry Simatupang menjelaskan, 74 anggota Paskibraka Sumut terdiri atas 41 putra dan 33 putri.
Ia menjelaskan, anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sumut telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan sistem pengasramaan di Wisma Atlet Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut pada 6–17 Agustus 2026.
“Semoga nilai-nilai yang telah didapat selama diklat serta kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga sampai kapanpun,” kata Andry.
"Pembinaan tidak boleh berhenti setelah tanggal 17 Agustus," ucap Surya usai melepas sebanyak 74 anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sumut usai menjalankan tugas peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Gubernur Sumut, Selasa.
Namun, lanjut dia, kolaborasi pembinaan antara pemerintah provinsi, kabupaten, kota, purna Paskibraka Indonesia, sekolah, keluarga, dan masyarakat Sumut harus terus diperkuat.
Membangun Sumatera Utara tidak hanya bertujuan bagi kemajuan secara fisik dan ekonomi, tetapi juga melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap daerah.
Wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berharap pada masa mendatang dari barisan pasukan pengibar bendera pusaka ini akan lahir pemimpin Sumut dan Indonesia.
“Saya berharap beberapa tahun yang akan datang, barisan Paskibraka berdiri di hadapan saya hari ini, akan lahir pemimpin-pemimpin Sumatera Utara dan Indonesia," kata Surya.
Pihaknya mengapresiasi para anggota Paskibraka telah melalui proses seleksi, pendidikan, dan pelatihan. Ia berpesan, selesainya pengibaran bendera bukan berarti berakhirnya pengabdian.
"Hari ini kalian memang kembali ke daerah masing-masing. Seragam Paskibraka mungkin akan dilepas, tetapi nilai-nilai yang telah didapatkan jangan ikut dilepaskan," tuturnya.
"Disiplin, tanggung jawab, integritas, kebersamaan, semangat persatuan, dan kecintaan kepada Indonesia," tutur Surya
Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut Andry Simatupang menjelaskan, 74 anggota Paskibraka Sumut terdiri atas 41 putra dan 33 putri.
Ia menjelaskan, anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sumut telah mengikuti pendidikan dan pelatihan dengan sistem pengasramaan di Wisma Atlet Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut pada 6–17 Agustus 2026.
“Semoga nilai-nilai yang telah didapat selama diklat serta kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga sampai kapanpun,” kata Andry.





