JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan saat ini El Nino masih berada pada intensitas sangat kuat.
Hal ini membuat kondisi kering diprakirakan masih berlanjut di sebagian besar wilayah, terutama pada daerah yang telah memasuki musim kemarau.
BMKG menjelaskan, El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif secara umum cenderung mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia sehingga kondisi atmosfer relatif kering. Akibatnya, ketersediaan hujan secara umum masih terbatas dalam beberapa dasarian ke depan.
Meski demikian, lanjut BMKG, pengaruh El Niño dan IOD positif tidak berlangsung seragam di seluruh wilayah.
Dinamika atmosfer regional dan lokal masih dapat memberikan dukungan terhadap pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG Besok 19-20 Agustus 2026, Ini Daerah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang
BMKG memprakirakan curah hujan di Indonesia secara umum masih berada pada kategori rendah hingga menengah pada periode Dasarian II Agustus hingga Dasarian I September 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan diperkirakan berada pada kisaran 0–150 milimeter (mm) per dasarian. Curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian, masih berpeluang mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
Wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan rendah mencakup Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.
MJO Aktif di Sejumlah Wilayah IndonesiaDalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di sebagian besar Sumatera, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian utara dan barat.
Selain MJO, Gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian besar Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial berpotensi berpropagasi di sebagian Kalimantan bagian utara dan timur.
Baca Juga: BMKG Buka 130 Formasi Penerimaan Taruna Baru STMKG 2026, Cek Jadwal dan Persyaratannya
Aktivitas gelombang tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, terutama di wilayah yang didukung konvergensi angin, kelembapan, dan labilitas atmosfer lokal.
Dengan demikian, meskipun BMKG memprakirakan curah hujan secara umum masih rendah hingga menengah hingga Dasarian I September 2026, dinamika atmosfer regional dan lokal tetap dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada
Sumber : BMKG
- el nino
- bmkg
- hujan
- agustus 2026
- curah hujan rendah
- musim kemarau





