jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh pihak termasuk oknum warga lokal, yang diduga membekingi warga negara (WN) India dalam sindikat penyelundupan emas ilegal.
"Sudah pelakunya WNA India, ilegal pula. Apalagi produksinya sampai puluhan kilogram per hari, jadi tidak mungkin ini hanya kerja satu-dua orang. Maka saya minta semua pihak yang terlibat, termasuk jika ada WNI maupun oknum yang membekingi, harus diusut sampai tuntas," kata Sahroni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
BACA JUGA: Penyelundupan Emas Marak, Bea Cukai Kembali Sita Emas Senilai Puluhan Miliar Rupiah
Ia meminta penindakan tidak berhenti pada pelaku lapangan, tetapi menyasar seluruh pihak yang terlibat dalam rantai aktivitas ilegal tersebut.
"Pokoknya jangan berhenti di pelaku lapangan. Putus seluruh rantainya dari hulu sampai hilir, siapa yang menambang, mengolah, menampung, membekingi, sampai yang hendak menyelundupkan, semuanya harus ditindak tegas. Kekayaan alam Indonesia harus kembali sebesar-besarnya untuk kepentingan negara dan masyarakat," ujarnya.
BACA JUGA: Sindikat Penyelundupan Emas, WN India DItangkap di Sunter
Sahroni juga mendorong semua pihak menjaga kekayaan alam Indonesia agar tidak dicuri dan dimanfaatkan secara ilegal oleh pihak tertentu.
Ia mengapresiasi Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri yang mengungkap dugaan jaringan penambangan emas ilegal yang hasilnya diduga akan diselundupkan ke Dubai.
BACA JUGA: Bareskrim Bongkar Penyelundupan Emas Ilegal oleh WN India
"Saya apresiasi langkah tegas Bareskrim membongkar aktivitas emas ilegal ini," katanya.
Sebelumnya, Dittipidter Bareskrim Polri menggerebek dua unit apartemen pada Minggu (16/8) dan mengamankan dua warga negara India yang diduga terkait jaringan penambangan emas ilegal.
Jaringan tersebut diduga telah beroperasi sekitar dua bulan dan mampu menghasilkan emas sekitar 30 kilogram per hari.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




