Pelni Makassar Angkut 281 Koli Bantuan Gempa NTT

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengangkut sebanyak 281 koli bantuan kemanusiaan dari Makassar untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan KM Tidar dengan rute Makassar-Bau-bau-Maumere.

Kepala Pelni Makassar, Ridwan Mandaliko, mengatakan bantuan tersebut dikumpulkan dari Pelni Group dan sejumlah lembaga yang turut memberikan dukungan. Bantuan itu selanjutnya akan dibawa secara gratis menggunakan KM Tidar untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami dari PT. Pelni akan memuat hari ini ya dengan KM Tidar yang akan tujuan ke Momere. Tapi lewat Bawau-Bau dulu,” kata Ridwan, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ridwan menyebutkan, total bantuan yang terkumpul mencapai 281 koli dengan berbagai jenis kebutuhan. Bantuan tersebut berasal dari Pelni, PT Pelni Logistik, anak perusahaan Pelni, serta sejumlah lembaga yang ikut berpartisipasi.

“Jadi Makassar, Bau-Bau, Maumere. Dan hari ini alhamdulillah juga bisa terkumpul bantuan sebanyak 281 koli,” ujarnya.

Bantuan itu juga berasal dari PT Sarana Bandar Nasional, PT Berita Indonesia Jaya, serta Yayasan Muslim Asia.

Menurut Ridwan, isi bantuan mayoritas merupakan kebutuhan dasar dan perlengkapan untuk masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut mencakup perlengkapan sekolah, pakaian, obat-obatan, perlengkapan bayi hingga makanan dan sembako.

“Sedangkan yang dibawa pada hari ini, kebanyakan adalah perlengkapan sekolah, pakaian, obat-obatan, dan juga perlengkapan bayi, dan juga makanan sembako untuk saudara-saudara kita yang ada di Maumere,” tuturnya.

Kapten KM Tidar, Noviansyah Syafruddin, mengatakan kondisi Pelabuhan Maumere masih memungkinkan untuk disandari kapal. Karena itu, seluruh bantuan untuk sementara diarahkan turun di Maumere sebelum didistribusikan ke wilayah terdampak lainnya.

“Kita estimasi perkiraan tiba di Maumere tanggal 19 Agustus 2026, pukul 21.00. Jadi kita tetap bersandar di pelabuhan yang terdampak gempa ini,” kata Noviansyah.

Dia mengatakan, kendaraan di Maumere masih dapat digunakan untuk mendukung proses distribusi bantuan ke sejumlah wilayah terdampak. Jika nantinya dermaga Maumere tidak memungkinkan digunakan, Larantuka menjadi salah satu alternatif lokasi penyaluran bantuan karena dapat dijangkau melalui jalur darat.

“Jadi sementara ini bantuan semua Maumere,” ujarnya. Noviansyah menyebutkan, perjalanan dari Maumere menuju Larantuka dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar tiga jam.

Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan lokasi sebagai posko terpadu untuk pengumpulan bantuan kemanusiaan. Posko tersebut menjadi tempat masyarakat, organisasi, lembaga, maupun perusahaan menyalurkan bantuan sebelum dikirim menggunakan kapal Pelni.

“Jadi kami dari pihak Perlindo sudah menyiapkan lokasi untuk tempat jadikan posko. Karena kami kemarin begitu mendapatkan berita bahwa pihak Pelni ada gratis bantuan kemanusiaan untuk penyaluran ke sana,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan, Pelindo langsung berkoordinasi dengan Pelni dan sejumlah pihak terkait setelah mengetahui adanya fasilitas pengangkutan bantuan kemanusiaan tersebut. Informasi mengenai keberadaan posko kemudian disampaikan kepada masyarakat agar bantuan dapat dihimpun secara lebih terkoordinasi.

“Kami bilang ke masyarakat bahwa ada posko bantuan untuk NTT terpadu yang ada di Pelindo. Jadi nanti kami kumpulkan di sini, kemudian nanti kami serahkan ke pihak Pelni,” jelasnya.

Respons masyarakat terhadap posko tersebut, kata Iwan, mulai terlihat dari sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat. Bahkan, sejumlah perhimpunan masyarakat antaragama juga menyatakan kesiapan menyalurkan bantuan melalui posko Pelindo.

Iwan berharap keberadaan posko tersebut dapat memudahkan masyarakat yang ingin membantu korban gempa di NTT. “Dengan adanya posko terpadu, bantuan diharapkan dapat terkumpul dan dikirim secara lebih efektif melalui jalur laut,” ucapnya. (edo)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istana Targetkan Perpres Ojol Terbit Akhir Agustus: Paling Lama Awal September
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
PSI Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis Presiden Prabowo, Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Ribuan Anak Lahir Sumbing Tiap Tahun, Smile Train: "Masyarakat Harus Sadar Ke Mana Mencari Bantuan"
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Dapur Umum Kemensos Layani Ribuan Korban Gempa di Sikka dan Manggarai
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Beda Data dengan Basarnas, BNPB Catat Korban Luka Gempa NTT Tembus 1.182 Orang
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.