Magang di Bapas Makassar, Mahasiswa Unhas Raih Pengalaman Berharga dan Kedisiplinan Tinggi

harianfajar
13 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Makassar resmi menarik delapan mahasiswa magang dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang telah menjalani program magang selama hampir dua bulan, dari 22 Juni hingga 13 Agustus 2024. Penarikan ini berlangsung di Kantor Bapas Sulawesi Selatan, Jalan Hertasning, pada Rabu (19/8) pagi dengan suasana khidmat dan dihadiri oleh pimpinan Bapas serta dosen pembimbing dari Unhas.

Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Makassar, Dr. Surianto, A.Md.IP., S.Pd., M.M., menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa dari Departemen Ilmu Administrasi dan Ilmu Pemerintahan sangat membantu kelancaran tugas operasional di lingkungan Bapas Makassar. Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi positif antara institusi pendidikan dan lembaga pemasyarakatan dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi para mahasiswa magang yang telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan di Bapas,” jelas Surianto.

Dosen Pembimbing Magang dari Departemen Ilmu Administrasi FISIP Unhas, Dr. Ishak Salim, menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum 2023 (K-23) melalui Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengonversi pengalaman kerja di luar kampus menjadi satuan kredit semester (SKS).

“Unhas memberikan porsi 20 SKS bagi mahasiswa untuk mencari ilmu dan pengalaman di luar kampus. Khusus untuk magang ini, mahasiswa memperoleh kredit 6 SKS selama dua bulan,” beber Ishak Salim.

Selama magang, kedelapan mahasiswa angkatan 2024 tidak hanya mengerjakan pekerjaan administratif, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan strategis Bapas, seperti Apel Pagi, Latihan PBB, Bimbingan Kemandirian Klien termasuk Kelas Barista, dan proses Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) di Rutan yang melibatkan wawancara langsung dengan klien.

Salah satu perwakilan mahasiswa, Syifa Shara Salsabila, mengungkapkan pengalaman berharga yang didapat selama magang, meskipun awalnya sempat mengalami culture shock karena kedisiplinan tinggi di lingkungan birokrasi Bapas.

“Awalnya saya sempat culture shock karena aturannya lumayan ketat, misalnya harus datang jam 7 dan jika telat mengikuti apel pukul 07.30, kami akan dipulangkan. Ini membuat kami jadi sangat disiplin waktu, bahkan kadang harus berangkat ke kantor jam 6 pagi. Selama magang, saya jadi tahu banyak tentang proses hukum yang dijalani klien/napi. Pengalaman paling berkesan adalah ketika saya ikut Litmas di Rutan dan mewawancarai langsung klien di sana,” kata Syifa.

Lebih lanjut, Syifa menambahkan bahwa meskipun sempat terjadi perselisihan kecil dengan salah satu pegawai di awal magang, kini hubungan mereka justru akrab. Ia juga merasa bekerja di kantor dengan pegawai yang “seru dan tidak membosankan” serta belajar menguasai Microsoft Excel di divisi kepegawaian menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat.

Acara penarikan mahasiswa magang yang semula dijadwalkan pukul 09.00 WITA berjalan lancar dan diakhiri dengan penyerahan dokumen laporan magang serta sesi foto bersama antara pihak Bapas, dosen pembimbing, dan para mahasiswa. Program magang ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus mendukung operasional Bapas Makassar. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biaya Haji Naik 22,8% pada 2027, Jadi Rp107 Juta per Orang
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Apakah Guru PPPK jadi PNS 2027 melalui Seleksi? Berikut Penjelasannya
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Cek Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling di Jadetabek Hari Ini
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp50.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbarunya
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Sinopsis Ok, Lets Get Divorce, Drakor Komedi Rumah Tangga yang Dibintangi Lee Min Jung
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.