Grid.ID - Bupati Indramayu Lucky Hakim nyaris dipeluk wanita ODGJ saat pimpin upacara HUT ke-81 RI. Kini terungkaplah identitas wanita tersebut dan caranya kabur.
Ada saja peristiwa yang terjadi pada peringatan HUT ke-81 RI. Salah satu yang sempat viral dan jadi sorotan adalah momen upacara HUT RI di Alun-alun Indramayu, Jalan Mayjen Sutoyo, Desa Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Suasana yang sebelumnya khidmat, mendadak heboh dengan kedatangan seorang wanita yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguna Jiwa (ODGJ). Ia tiba-tiba saja masuk ke tengah lapangan upacara dan mendekati Bupati Indramayu Lucky Hakim.
Peritiwa tersebut berlangsung begitu cepat hingga membuat peserta upacara terkejut dengan aksinya di tengah podium. Lantas, seperti apakah awal mula peristiwa ini bisa terjadi? Dan bagaimana nasib wanita tersebut?
Detik-detik Lucky Hakim Nyaris Dipeluk ODGJ
Kejadian Lucky Hakim nyaris dipeluk wanita ODGJ ini terjadi di tengah upacara peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). Wanita tersebut tiba-tiba menerobos masuk dari arah belakang Pendopo Indramayu menuju podium utama.
Begitu tiba di dekat Lucky Hakim yang sedang hormat dengan takzim, ia pun langsung menghampiri seolah ingin memeluk sang bupati. Beruntung, petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP yang berada di lokasi langsung bergerak cepat untuk menghentikannya.
"Sempat ada insiden sedikit, tetapi alhamdulillah kesigapan petugas dari TNI, Polri, dan Satpol PP di lokasi berhasil mengevakuasi orang tersebut secara cepat."
"Saat kejadian juga hampir semuanya fokus mengikuti upacara," ujar AKP Tarno dikutip Grid.ID dari Tribunnews.com.
Setelah diamankan, perempuan tersebut kemudian dievakuasi petugas ke RSUD Indramayu. AKP Tarno memastikan proses pengamanan dilakukan secara humanis dan tidak disertai kekerasan.
"Penindakannya tetap humanis, meski sepintas hampir mengganggu upacara, tetapi alhamdulillah petugas gabungan bertindak cepat, dan bisa langsung mengevakuasinya," tandasnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sentil Lucky Hakim yang Absen saat Dirinya Lakukan Kunjungan, Sang Gubernur Singgung Pembangunan Indramayu!
Sosok Wanita ODGJ Terungkap
Setelah membuat heboh pada Upacara HUT RI di Alun-alun Indramayu, sosok wanita ODGJ yang viral itu akhirnya terungkap. Mengutip Kompas.com, ia merupakan pasien yang kabur saat hendak menjalani perawatan di RSUD Indramayu.
Aksi pelarian wanita tersebut dari rumah sakit bahkan tergolong nekat. Ia dilaporkan memanjat genting RSUD Indramayu demi bisa melarikan diri dari pengawasan petugas.
"Iya Pak, agresif sekali. Beberapa kali bahkan terakhir itu lompat lari. Dikejar sekuriti kemarin tuh, sekarang masih dalam pencarian," ujar Tarmudi, Humas RSUD Indramayu dikitup Grid.ID pada Rabu (19/8/2026).
Tarmudi menjelaskan, wanita tersebut diketahui terus memberontak bahkan sejak diserahkan oleh petugas Satpol PP. Di sisi lain, ruang perawatan Poli Jiwa RSUD Indramayu, diceritakan Tarmudi, saat itu sedang penuh.
Pasien tersebut kemudian ditempatkan sementara di ruang transit atau ruang akut. Sembari menunggu penanganan medis, pihak rumah sakit berencana untuk melakukan pemindaian biometrik e-KTP terlebih dahulu guna melacak identitas serta keberadaan keluarganya, dengan menjalin koordinasi bersama Disdukcapil.
Namun, belum sempat pengecekan biometrik itu dilakukan, wanita tersebut sudah lebih dahulu kabur melarikan diri. Tarmudi menjelaskan, upaya pelarian wanita itu sebenarnya sempat digagalkan oleh petugas saat ia memanjat genteng rumah sakit, petugas kala itu berhasil membawanya kembali ke ruang perawatan.
Tak lama setelah dimasukkan kembali ke ruangan, pasien kembali memberontak hingga akhirnya berhasil kabur. Hingga kini, ODGJ itu masih dalam proses pencarian.
"Naik genting, tak lama diamankan. Terus dibawa ke ruangan lagi, eh malah kabur lagi, Pak," kata Tarmudi.
Pihak RSUD Indramayu pun berharap Satpol PP ataupun aparat keamanan lainnya dapat segera menemukan serta membawa kembali pasien tersebut ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis yang tepat. Sifat agresif yang ditunjukkan pasien dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban umum.
"Kami berharapnya bisa ditangkap terus dibawa ke sini lagi biar dapat penanganan. Sekaligus nanti kami juga koordinasi dengan Disdukcapil untuk discan biometriknya supaya tahu identitas dan siapa keluarganya untuk penanganan lebih lanjut," Pungkas Tramudi. (*)
Artikel Asli




