Peringati Kemerdekaan, Gus Ipul Ajak Asah Kepekaan terhadap Persoalan Sosial

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan agar semangat kebersamaan dan kepedulian selama perayaan kemerdekaan terus terbawa dalam keseharian.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat khususnya jajaran Kemensos, semakin peka melihat persoalan sosial yang ada di sekitar. Ia lantas menyinggung the invisible people, yakni masyarakat yang menghadapi berbagai kesulitan tetapi kondisinya tidak terlihat. Salah satunya adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang belum memperoleh kesempatan pendidikan.

“Maka itu, saling mengingatkan, mendorong orang untuk speak up, mengajak kolaborasi untuk menyukseskan program-program ini,” ujarnya dalam acara penutupan Rangkaian Perlombaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Selasa (18/8/2026).

Pesan tersebut kemudian diperkuat dengan pemutaran film pendek yang mengangkat kisah Agista Saputri (12), siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, Agista belum pernah mengenyam pendidikan formal. Ia terbiasa membantu orang tuanya mencari barang bekas dan menjual gambar buatannya sendiri di jalanan. Kegemarannya menggambar bermula dari krayon patah yang ditemukan ibunya saat mencari barang bekas.

Semenjak di Sekolah Rakyat, ia belajar, memiliki teman-teman baru, dan mendapat ruang untuk terus mengembangkan kegemarannya menggambar.

Selain mengasah kepekaan sosial, Gus Ipul juga meminta seluruh pegawai mengetahui dan memahami berbagai program dan kerja yang dilakukan Kemensos. Menurutnya, kerja-kerja nyata yang telah dilakukan juga perlu disampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan sesuai dengan kenyataan. “Penting untuk mengabarkan apa yang kita kerjakan. Kerjakan apa yang kita kabarkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antarpegawai.

“Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, membangun sportivitas, serta memperkuat semangat kebersamaan dan kekeluargaan,” kata Robben.

Dia berharap kebersamaan yang telah terbangun menjadi kekuatan untuk melakukan pengabdian bagi bangsa dan negara.

Sebagaimana diketahui, beragam pertandingan dan permainan diikuti pegawai dari berbagai unit kerja, mulai dari bulu tangkis, bola voli, futsal, tenis meja, catur, tarik tambang, balap karung, balap bakiak, hingga sejumlah lomba estafet.

Di ajang ini Sekretariat Jenderal keluar sebagai juara umum dan berhak membawa Piala Bergilir Menteri Sosial setelah meraih sejumlah gelar juara, di antaranya bulu tangkis putra dan putri, bola voli putra dan putri, catur, serta tenis meja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu China Wang Yi Akan Kunjungi Jakarta, Hadiri Dialog Strategis RI-China
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Anggaran BGN hingga Belanja Strategis Pertahanan Jadi Sorotan, Ini Catatan Ekonom
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Fakta-Fakta Orangutan Koleksi Solo Safari Lepas dan Berkeliaran di Area Pedagang
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Aktif Jadi Relawan Masjid, Driver Ojol Perempuan Ini Diberangkatkan Umrah Lewat Reksa Dana Haji Syariah
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
NTB Sigap Kirim Bantuan untuk NTT, Pengalaman Gempa 2018 Jadi Pelajaran
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.