Jerman Desak Uni Eropa Pertimbangkan Sanksi untuk Ben-Gvir Menteri Keamanan Israel

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Lars Klingbeil Wakil Kanselir Jerman meminta Uni Eropa supaya serius mempertimbangkan pemberian sanksi terhadap Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel menyusul pernyataannya tentang warga Palestina di Jalur Gaza.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Sat.1, Selasa (18/8/2026), Klingbeil mengecam pernyataan Ben-Gvir yang menyerukan pembunuhan terarah terhadap warga Palestina di Gaza.

Melansir Anadolu, Klingbeil menyebut sikap Ben-Gvir “tidak manusiawi” dan menilai harus ada konsekuensi serius atas pernyataan tersebut. Klingbeil menegaskan dirinya tetap menunjukkan solidaritas terhadap Israel. Namun, solidaritas itu tidak berlaku terhadap pejabat yang mengeluarkan pernyataan seperti Ben-Gvir.

Ben-Gvir sebelumnya menyerukan peningkatan serangan udara di Jalur Gaza dan mengatakan Israel seharusnya membunuh “30 hingga 40” warga Palestina setiap hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Ben-Gvir dalam sebuah podcast bersama Rom Braslavski, mantan sandera Israel yang pernah ditahan di Gaza. Episode podcast itu muncul pada, Minggu (16/8/2026), dan kemudian beredar luas di media Palestina.

Ia bahkan menyebut ada orang-orang di Gaza yang menurutnya “tidak layak hidup”. Ia juga kembali menyerukan pembangunan permukiman Israel di Gaza serta mendorong warga Palestina meninggalkan wilayah tersebut.

“Ada orang-orang di sana (Gaza/Palestina) yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia,” kata Ben-Gvir saat menyerukan pembunuhan terarah terhadap warga Palestina di Gaza.

Adapun desakan terhadap Ben-Gvir juga datang dari Franziska Brantner salah satu Ketua Partai Hijau Jerman. Brantner meminta Pemerintah Jerman melarang Ben-Gvir memasuki negaranya dan mendorong penerapan sanksi serupa di tingkat Uni Eropa.

“Saya mendesak pemerintah Jerman untuk memberlakukan larangan masuk terhadap orang ini dan mendorong agar sanksi serupa juga diberlakukan di tingkat Eropa,” kata Brantner kepada Politico.

Sebelumnya, Jurgen Hardt Juru Bicara Kebijakan Luar Negeri Fraksi CDU/CSU di Parlemen Jerman juga meminta Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir. (bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danantara Bakal Jajakan Rumah BUMN Belum Laku Mulai 27 Agustus 2026
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp50.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbarunya
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Menembus Ombak, Mantri BRI Hadirkan Layanan Perbankan di Kepulauan Maluku Utara
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Anggaran Jumbo 10 Kementerian/Lembaga di RAPBN 2027
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemenhut Tetapkan 29 Tersangka Kebakaran Hutan 2026, Tak Ada dari Korporasi
• 20 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.