Orang Utan Solo Safari Lepas dari Kandang: Copot Pengaman Elektrik

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

General Manager (GM) Solo Safari, Miyana Harikna, buka suara soal seekor orang utan bernama Didi, koleksi Solo Safari, yang lepas dari kandang. Didi terlihat di kawasan permukiman warga.

Miyana mengatakan kejadian itu diketahui saat petugas sedang melakukan pengecekan rutin kondisi satwa di kandang masing-masing. Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 15.10 WIB.

“Kami mengecek kondisi satwa (kandang) juga kan, setiap saat memang sudah ada petugas jaga. Ternyata (orang utan) dia (Didi) tidak ada di lokasi,” kata Miyana, Selasa (18/8).

Tim internal pengamanan yang sudah memiliki kompetensi dalam penanganan satwa kemudian melakukan pengamanan di lapangan.

Proses penanganannya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan satwa serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kami berhasil mengevakuasi sekitar pukul 16.30 WIB dan mengembalikan ke lokasi semula dalam kondisi aman. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan publik sekaligus kesejahteraan satwa,” katanya.

Ditanya apakah menggunakan obat bius dalam evakuasi, ia enggan menjelaskan.

Dia hanya menegaskan pengamanan hewan di Solo Safari dilakukan secara berlapis. Ia menyebut orang utan memiliki kemampuan meniru manusia hingga 90 persen.

“Kami itu punya pengamanan berlapis. Dan Didi memang karena orang utan itu 90 persen bisa menirukan orang. Jadi dia itu sangat curious sekali untuk melihat-lihat dan menjalankan ini loh,” kata dia.

Dia mengatakan kondisi kandang satwa tersebut terbuka saat Didi hilang. Didi diketahui memanjat dan melepaskan pengaman elektrik.

“Kalau detailnya ini memang kami tadi sudah ketahuan. Bahwa Didi itu memanjat sama melepas elektrik pengaman di situ lah intinya,” kata dia.

Dia menegaskan hasil evaluasi menjadi dasar penguatan sistem pengamanan untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depannya.

“Kami memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan warga di sekitar Solo Safari akibat insiden ini. Manajemen Solo Safari menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang timbul. Dan menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat itu tentunya menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Minta Pengembangan Panas Bumi Dipercepat
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu Mulai 2027
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri Tito Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say Maumere
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Song Kang Akan Jadi Bintang Tamu di You Quiz on the Block
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
90 Petugas Padamkan Kebakaran Rumah di Kawasan Matraman
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.