Satu Juta Lulusan Perguruan Tinggi Menganggur, Perindo Dorong Sinergi Industri hingga Pemerintah

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Penurunan jumlah pengangguran nasional belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya penyerapan tenaga kerja berpendidikan tinggi. Pasalnya, masih terdapat persoalan penyerapan tenaga kerja sarjana yang perlu mendapat perhatian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah pengangguran nasional turun dari sekitar 8,43 juta orang menjadi 7,22 juta orang.

Wakil Ketua Umum Partai Perindo Tama S. Langkun, mengapresiasi penurunan jumlah pengangguran nasional. Namun, dia menilai tren tersebut perlu dilihat secara lebih mendalam karena masih terdapat persoalan dalam penyerapan tenaga kerja berpendidikan tinggi.

Baca Juga :
Perkuat Soliditas, Perindo Jadikan Lomba 17-an Momentum Panaskan Mesin Partai

“Pertama-tama tentu kita harus mengapresiasi penurunan jumlah pengangguran nasional. Dari sekitar 8,43 juta menjadi 7,22 juta orang. Ini menunjukkan bahwa ada perbaikan dalam penciptaan dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Tama di Jakarta, Rabu (19/8/26).

Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, melanjutkan di balik penurunan pengangguran nasional terdapat kontradiksi yang perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan data BPS yang sama, jumlah pengangguran berlatar belakang sarjana mencapai 1.033.182 orang atau sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta penganggur, meningkat signifikan dibandingkan Agustus 2022 yang berada di kisaran 7,98 persen.

Baca Juga :
Penyandang Disabilitas Senang Terlibat Upacara HUT Ke-81 RI Bersama Perindo Sulsel

“Di satu sisi pengangguran nasional turun, tetapi di sisi lain proporsi pengangguran sarjana justru meningkat. Ini sebuah kontradiksi yang harus kita baca secara serius,”ujarnya.

“Jangan sampai keberhasilan menurunkan angka pengangguran nasional justru menutupi persoalan baru, yaitu semakin banyak tenaga kerja berpendidikan tinggi yang tidak terserap,” lanjutnya.

Menurut Tama, kondisi tersebut perlu dilihat lebih jauh sebagai persoalan struktural, terutama terkait ketidaksesuaian (mismatch) antara sistem pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, persoalan pengangguran sarjana tidak semestinya hanya dibebankan kepada lulusan.

Baca Juga :
Perindo Sulsel Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Upacara HUT Ke-81 RI

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apresiasi Wali Kota Makassar untuk Paskibraka: Modal Besar Bangun Masa Depan Bangsa
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Gempa NTT: 32 Titik Longsor dan 4 Jembatan Rusak Berhasil Dipulihkan
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Profil Krisdayanti, Diva Pop yang Tampil di Acara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Penampilannya Bikin Salfok!
• 21 jam lalugrid.id
thumb
5 Pelajaran dari Pengusaha yang Bangun Bisnis dari Nol, Begini Cara Hadapi Omzet Lesu
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Bawa Teknologi AI dan Baterai 65 kWh, Akankah OMODA O4 Dijual Rp 400 jutaan?
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.