Usai Pelajar Tewas Terlindas Truk, Jalan Depan Pasar Kramat Jati Jaktim Kini Bersih dan Tak Licin

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana di Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, tampak jauh berbeda pada Rabu (19/8/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, bahu jalan maupun jalan yang biasanya dipenuhi ceceran air bekas cucian ikan kini terlihat bersih dan kering.

Kondisi tersebut merupakan hasil penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur dan beberapa pihak usai kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar berinisial HH (17) pada Senin (17/8/2026).

HH ketika itu terjatuh dari sepeda motornya di lokasi tersebut akibat kondisi jalan yang licin lalu terlindas truk.

Baca juga: Pramono Minta Jalan Licin di Pasar Induk Kramat Jati Dibenahi Usai Pelajar Tewas Terlindas Truk

Kerahkan Petugas Gabungan

Menindaklanjuti instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan lokasi sejak Selasa (18/8/2026) malam.

"Untuk penanganan darurat, mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU, serta aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan," ujar Munjirin saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Selain menertibkan posisi lapak, petugas memberikan perhatian khusus kepada para pedagang ikan agar tidak membuang air limbah ke jalanan yang menjadi pemicu utama aspal licin.

Baca juga: Pelajar Tewas Terlindas Truk Sampah di Kramat Jati Jaktim

Pedagang diwajibkan menampung air siraman es dan limbah ikan.

"Jangan menyiram ikan dengan air di biarkan mengalir di jalanan, tetapi harus pakai air siraman, wajib untuk di tampung dengan ember atau plastik," tutur Muhajirin.

Hingga saat ini petugas di lapangan masih mengedepankan imbauan, penertiban, dan pengawasan ketat tanpa sanksi berat.

Siapkan Relokasi ke Dalam Pasar

Agar ketertiban ini bertahan lama, Pemkot Jakarta Timur tidak hanya mengandalkan penjagaan petugas, tetapi juga menyiapkan solusi berupa relokasi pedagang.

Baca juga: Kisah Pengupas Bawang di Kramat Jati, Tahan Tangan Lecet demi Upah Rp 3.000 Per Kg

Munjirin mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama PD Pasar Jaya pada Jumat mendatang di kantor Wali Kota.

"Kita usahakan para pedagang yang jualannya di pinggir jalan untuk bisa masuk ke dalam area pasar dengan menata kembali pedagang existing, agar bisa muat menampung pedagang yang dari pinggir jalan tersebut," tutur Munjirin.

Sebelumnya diberitakan, pelajar berinisial HH (17) tewas terlindas truk sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (17/8/2026) pagi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arsip Foto ”Kompas”: LRT Jakarta Berawal dari Asian Games 2018
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Menyusul Ricuh Pembelian Bijih Timah Rakyat, Yusril Janjikan Pemerintah Percepat Penyusunan Perpres Pertimahan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Basarnas Sisir Lokasi Terdampak Gempa NTT
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.840 per USD, Ditopang Keputusan BI Rate
• 12 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Bengawan Solo
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.