JAKARTA, DISWAY.ID - Sosok dr Melinda Bella, tenaga kesehatan (nakes) yang kewalahan menangani korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gempa magnitudo 7,7 melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB.
Pada jam-jam pertama setelah gempa berkekuatan M 7,7 mengguncang NTT, dokter Melinda Bella harus menangani sendiri sekitar 200 korban luka di Desa Dampek.
BACA JUGA:Gempa NTT, Mendagri Beri Bantuan Rp15 Juta untuk Setiap Ahli Waris Korban
Dilansir dari ABC News, Melinda Bella sebagai dokter muda di Manggarai Timur mengaku kewalahan menangani sendirian korban yang terluka.
Melinda merupakan satu-satunya dokter yang bekerja di Desa Dampek, salah satu daerah yang paling terdampak gempa di NTT.
"Saya secara fisik tidak mampu menangani begitu banyak pasien sendirian," kata Melinda, dikutip Disway.id pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Pascagempa dokter Melinda bekerja tanpa henti untuk membantu banyak korban luka.
Bersama dengan para perawat, dokter muda itu memeriksa tanda-tanda vital dan mengobati korban yang mengalami luka.
BACA JUGA:Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting, Gratis!
Ia bekerja selama 36 jam tanpa tidur, hanya makan atau minum sedikit.
Kondisi itu yang membuat Melinda Bella mengaku hampir pingsan tiga kali saat bekerja menangani korban gempa NTT.
"Banyak sekali pasien yang datang sekaligus, saya harus menanganinya sendirian," kata dokter Melinda.
"Saya hampir pingsan tiga kali saat bekerja. Saya harus berpegangan sekuat tenaga," sambungnya.
Muhammadiyah Kirim Tim Kesehatan ke NTTMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama jejaring layanan kesehatan Muhammadiyah mengirim satu dokter dan dua perawat untuk membantu Melinda menangani pasien.
- 1
- 2
- »





