Operasional Terminal BBM Reo Masih Manual Akibat Gempa NTT

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Pertamina Patra Niaga menyebut operasional Terminal BBM Reo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terdampak pascagempa bumi.

Ahad Rahedi, Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengatakan, Terminal Reo saat ini masih beroperasi secara manual karena sistem digital belum bisa digunakan akibat kendala jaringan.

“Manual dalam artian seluruh terminal biasanya terintegrasi dengan sistem digital. Jadi ada mekanisme di aplikasi yang memang hanya bisa mengeluarkan produk ke mobil tangki jika sudah aktif sistem digitalnya,” kata Ahad saat media visit di Fuel Terminal Malang, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, dampak terbesar gempa terhadap operasional Pertamina memang terjadi di Terminal Reo, yang merupakan terminal konsinyasi. Terminal itu menerima suplai BBM dari Kupang, untuk kemudian didistribusikan ke terminal yang lebih kecil di Maumere, Larantuka, dan Ende.

Sementara itu, kebutuhan DPPU Komodo dan Bandara Komodo di Labuan Bajo yang biasanya disuplai dari Terminal Reo, saat ini dialihkan dari Terminal Bima.

“Jadi dampak paling besar itu terjadi di fuel terminal kami di Reo. Itu termasuk terminal konsinyasi. Kalau di Provinsi NTT, terminal konsinyasinya ada di Tanah Kupang, sementara di Pulau Flores terminal konsinyasinya itu Reo,” ujarnya.

Untuk mempercepat pemulihan operasional Terminal Reo, kata Ahad, Pertamina telah mengirimkan tim perbaikan sarana dan prasarana ke lokasi.

“Tim sudah di sana semenjak tanggal kejadian, hari Sabtu tanggal 15. Tanggal 16 (Minggu), tim untuk perbaikan sarpras sudah tiba di lokasi,” paparnya.

Saat ini, Pertamina masih memastikan ketahanan struktur dermaga sebelum kapal dapat kembali bersandar di Terminal Reo. “Jadi memang saat ini yang ditunggu adalah memastikan ketahanan struktur dermaga untuk kapal sandar,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memperkuat penanganan pascagempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memastikan dua kebutuhan utama masyarakat terdampak tetap terpenuhi, yakni ketersediaan energi dan bantuan kebutuhan dasar. (lta/bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ESDM Evaluasi 15 PLTU dengan Tingkat Emisi Tinggi, Bakal Pensiun Bertahap
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Literasi Keuangan Naik, Tantangan Perlindungan Konsumen Menanti
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Live Streaming Semifinal Piala AFF 2026 Vietnam Vs Malaysia: Ambisi Sergio Aguero Bawa Harimau Malaya ke Final
• 57 menit laluharianfajar
thumb
Ketua Komisi IV DPR Apresiasi Upaya Kapolri Dukung Swasembada Bawang Putih
• 2 jam laludetik.com
thumb
Siswa Filipina Tembak Teman Sekolah hingga Tewas, Aksinya Disiarkan Live di Facebook
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.