FTSE Russell menunda sejumlah perubahan indeks terhadap saham RI hingga review Desember 2026. Dalam pengumuman Indonesia-Index Treatment for the September 2026 Index Review tertanggal 18 Agustus 2026, FTSE menyatakan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. “FTSE Russell terus memantau pasar domestik perkembangan dan mempertahankan keterlibatannya yang sedang berlangsung dengan pemangku kepentingan pasar yang relevan sebagai bagian dari penilaiannya terhadap perlakuan indeks untuk sekuritas yang terdaftar di Indonesia,” tulis pengumuman FTSE, Rabu (19/8). FTSE juga mencatat sejumlah aksi otoritas pasar modal RI untuk memperkuat transparansi, termasuk penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan pelaporan klasifikasi investor. Meski menunda sejumlah perubahan, FTSE Russell tetap akan melakukan beberapa pembaruan pada September 2026 Index Review. Di antaranya pembaruan Industry Classification Benchmark (ICB), pembaruan saham secara kuartalan sesuai 1 persen buffer, serta penurunan free float sesuai ketentuan buffer 3 persen untuk free float di atas 15 atau 1 persen untuk free float antara 5-15 persen. FTSE juga tetap akan menghapus saham yang gagal memenuhi kriteria indeks, seperti akibat suspensi berkepanjangan, tak memenuhi surveillance screen atau liquidity screen, maupun kapitalisasi pasar yang turun di bawah ambang batas yang ditentukan. Lebih lanjut, FTSE bakal menunda perubahan segmen ukuran saham, yakni perpindahan antara Large, Mid, Small, dan Micro-cap, hingga setidaknya index review Desember 2026. Penundaan juga berlaku untuk kenaikan free float, perubahan Weight Adjustment Factor (WAF) dari nol menjadi positif, dan penambahan saham baru, termasuk saham hasil IPO. Di sisi lain, FTSE Russell tetap akan menghapus saham yang terkena peringatan HSC dari BEI. Penghapusan dilakukan pada harga pasar dalam September 2026 review dan berlaku mulai pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026. FTSE Russell menyatakan akan memantau likuiditas saham yang terdampak untuk memastikan harga penghapusan dapat direplikasi.





