Kapasitas Pabrik Mobil Listrik RI 410 Ribu Unit per Tahun

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Industri perakitan kendaraan listrik roda empat di dalam negeri menunjukkan perkembangan manufaktur yang kian pesat dan terstruktur.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam rangkaian acara peluncuran Motor Listrik Nasional (MoLiNas) oleh Presiden Prabowo Subianto di Cikarang, Jawa Barat.

Menperin mengungkapkan bahwa industri perakitan nasional saat ini didukung oleh 14 perusahaan kendaraan roda empat listrik dengan total kapasitas produksi mencapai 409.860 unit per tahun.

“Besarnya kapasitas produksi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki fondasi manufaktur yang sangat memadai," kata Menperin lewat keterangan resmi yang diterima kumparanOTO, Jumat (14/8/2026).

Selain roda empat penumpang, industri nasional juga didukung oleh 10 perusahaan kendaraan komersial listrik dengan kapasitas produksi mencapai 7.500 unit per tahun.

Secara kumulatif, total nilai investasi yang telah digelontorkan pada sektor industri perakitan kendaraan listrik nasional tercatat mencapai angka Rp30,468 triliun.

Penguatan kapasitas produksi ini diimbangi dengan pendalaman struktur lokal, di mana nilai TKDN tertinggi untuk KBLBB roda empat buatan dalam negeri telah menyentuh 80,01 persen.

Pertumbuhan kapasitas produksi mobil listrik nasional ini berbanding lurus dengan peningkatan pangsa pasar (market share) tahunannya yang mencatatkan rekor signifikan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2024, penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) tercatat sebanyak 43.188 unit, yang mewakili pangsa pasar sekitar 5 persen dari total industri otomotif nasional.

Memasuki tahun 2025, angka penjualan BEV melonjak hingga 141 persen menjadi 103.931 unit, sehingga market share mobil listrik murni melompat pesat menyentuh 12,9 persen dari total pasar mobil nasional.

Tren positif ini berlanjut pada tahun 2026, di mana pada semester pertama 2026 pangsa pasar total kendaraan elektrifikasi (xEV) berhasil menembus 26,8 persen dari total penjualan otomotif nasional.

Menperin menilai bahwa ketersediaan kapasitas pabrik sebesar 410 ribu unit per tahun menjadi fondasi utama bagi kemandirian teknologi otomotif tanah air.

"Tantangan kita berikutnya adalah memastikan pasar tumbuh secara berkelanjutan, utilisasi kapasitas produksi meningkat, dan pada saat yang sama struktur industri semakin dalam melalui penggunaan komponen buatan dalam negeri,” ujar Agus.

Presiden Prabowo Subianto turut memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi lintas sektor dalam membangun kekuatan manufaktur otomotif nasional tersebut.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis, yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development, dari Litbang,” ujar Presiden.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu Araghchi: AS Kini Memohon Iran untuk Bernegosiasi
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Trump Dorong Pertemuan dengan Kim Jong Un Akhir Tahun Ini
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pegadaian Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Gempa NTT
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Tanam Bawang Putih Serentak dan Panen Raya di Sembalun
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Terapkan 100% Portofolio Berbasis ESG, AUM Investasi AXA Mandiri Tumbuh Jadi Rp15 Triliun
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.