Kekhawatiran mengenai kesehatan mental para personel militer Amerika Serikat (AS) di atas kapal induk USS Abraham Lincoln semakin meningkat, seiring kapal induk canggih itu mendekati akhir masa pengerahan yang sangat lama di kawasan Timur Tengah.
Para pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump menghadapi sorotan tajam terkait kondisi buruk di dalam kapal induk tersebut.
AS telah mengerahkan sebuah kapal induk lainnya, USS George Washington, ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang dikerahkan sepanjang perang melawan Iran berkecamuk beberapa bulan terakhir.
USS Abraham Lincoln telah berada di lautan selama lebih dari 240 hari berturut-turut, termasuk lebih dari 200 hari tanpa transit atau singgah di pelabuhan. Masa pengerahan kapal induk AS tersebut, yang awalnya diperkirakan berakhir pada Mei lalu, telah diperpanjang berulang kali.
Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, seperti dilansir Press TV, Rabu (19/8/2026), mengunjungi USS Abraham Lincoln pada Sabtu (15/8) waktu setempat. Cooper mengatakan bahwa kesejahteraan sekitar 5.000 personel di kapal induk itu menjadi prioritas bagi pihak yang bertanggung jawab atas kapal tersebut.
Dia mengakui berbagai kesulitan yang timbul akibat pengerahan berkepanjangan, dan menggambarkan tugas aktif dalam situasi seperti itu sebagai hal yang "sangat menantang dan berat".
"Saya sudah lama meyakini bahwa kesehatan mental merupakan salah satu aspek kesehatan individu dan memerlukan perhatian kita, sama halnya dengan kesehatan fisik dan kesehatan spiritual," kata Cooper.
USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah pada Januari lalu, dan sejak saat itu telah mendukung operasi militer AS terhadap Iran, termasuk blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal Teheran.
(nvc/ita)





