BI Rate Tetap 5,75 Persen, BI Pilih Jaga Rupiah Sambil Dorong Kredit

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada hari Rabu,19 Agustus 2026.

Selain BI Rate, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Keputusan mempertahankan suku bunga acuan ini menjadi bagian dari strategi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak global, sekaligus tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran.

BI Pilih Tahan Suku Bunga di Tengah Gejolak Global

BI menyatakan keputusan mempertahankan BI Rate tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

Selain menjaga rupiah, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memastikan sasaran inflasi tetap berada pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.

Pada saat yang sama, BI tetap berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

Dengan strategi tersebut, kebijakan suku bunga tidak berdiri sendiri. BI juga akan memperluas sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi domestik.

Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen

Di tengah keputusan mempertahankan BI Rate, penyaluran kredit perbankan menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 tercatat sebesar 12,67 persen secara year-on-year (yoy).

Perkembangan tersebut didukung kebijakan makroprudensial yang longgar melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke berbagai sektor prioritas.

Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun.

Alokasi insentif tersebut terdiri atas:

  • Financing channel: Rp368,4 triliun

  • Interest rate channel: Rp73,2 triliun

  • Financing to funding channel: Rp4,9 triliun

Besarnya insentif tersebut menjadi bagian dari strategi BI untuk memastikan kebijakan makroprudensial tetap memberikan dukungan terhadap penyaluran pembiayaan ke sektor riil.

Kondisi Perbankan Tetap Kuat

BI juga mencatat ketahanan industri perbankan tetap kuat sehingga mampu mendukung pertumbuhan kredit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serba-serbi Granat Aktif Bikinan Inggris Ditemukan Pemulung Bekasi
• 11 jam laludetik.com
thumb
Separator Transjakarta Digeser, Bus Bakal Berbagi Lajur di Gatot Subroto
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Peringatan Karhutla, Menhut Sebut El Nino 2026 Lebih Kuat Dibanding 2015
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pendaki Gunung Slamet yang Jatuh ke Kawah saat Selfie Ditemukan Tewas
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Dampingi Petani Boyolali Bangkit dan Lebih Sejahtera, Mengubah Kemarau Menjadi Harapan
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.