jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Politik Dalam Negeri, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Sosialisasi Dashboard Eksekutif Data Politik Dalam Negeri di Jakarta.
Kegiatan itu merupakan bagian dari penguatan tata kelola data dan pengambilan kebijakan politik dalam negeri berbasis bukti.
BACA JUGA: DPR & Kemendagri Dorong Integrasi Data Kependudukan Digital Real-Time di Bandung Barat
Dashboard ini tidak semata-mata dibangun untuk menyajikan data dalam bentuk visual, tetapi sebagai investasi strategis kelembagaan untuk masa depan.
Melalui integrasi data yang berkelanjutan, Kemendagri membangun fondasi informasi yang dapat menjadi memori organisasi, mendukung kesinambungan kebijakan, memperkuat analisis, serta membantu pimpinan membaca perkembangan dan risiko politik secara lebih cepat.
BACA JUGA: Ricuh Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh, DPRA Konsultasi dengan Kemendagri
Kasubdit Fasilitasi Pemilu dan Pengembangan Demokrasi, Ispahan Setiadi mengatakan bahwa nilai utama dashboard justru terletak pada manfaat jangka panjangnya.
“Dashboard ini bukan sekadar tempat menampilkan angka. Ini adalah investasi strategis untuk membangun aset data politik dalam negeri yang semakin lengkap dari waktu ke waktu. Data hari ini akan menjadi pengetahuan dan basis analisis bagi kebijakan kita di masa depan," ungkap Ispahan.
BACA JUGA: Kemendagri Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI & Edukasi Pengelolaan Sampah
Menurutnya, semakin konsisten data dihimpun dan diperbarui, akan besar nilai strategis dashboard dalam mendukung perumusan kebijakan, monitoring dan evaluasi, penyusunan bahan pimpinan, serta deteksi dini terhadap dinamika politik.
“Kami bangun bukan hanya dashboard, tetapi ekosistem kebijakan berbasis data. Ke depan, fondasi data ini dapat terus dikembangkan untuk analisis yang lebih mendalam, sistem peringatan dini, bahkan pemanfaatan teknologi analitik dan kecerdasan buatan," tuturnya.
Melalui Dashboard Eksekutif Data Politik Dalam Negeri, Direktorat Politik Dalam Negeri Kemendagri mendorong perubahan dari data yang tersebar menjadi data yang terintegrasi, dari informasi menjadi pengetahuan. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Wako Pekanbaru Luruskan Polemik STC: Sudah Konsultasi ke Kemendagri, KPK hingga BPN
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




