CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bagi warga Makassar, Jalan Yosep Latumahina mungkin tidak lebih dari sebuah ruas jalan di kawasan pusat kota. Letaknya tidak jauh dari Pantai Losari dan berada di antara kawasan yang ramai dengan aktivitas perdagangan, kuliner, perkantoran hingga permukiman.
Namun, di balik nama tersebut tersimpan jejak sejarah hubungan Makassar dengan masyarakat Maluku.
Jalan Yosep Latumahina berada di Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencantumkan nama jalan tersebut dalam sejumlah pengaturan lalu lintas dan kegiatan kota.
Dalam salah satu rute resmi pemerintah kota, ruas ini menghubungkan kawasan Jalan Arief Rate dengan Jalan Somba Opu dan kawasan Pantai Losari.
Nama Yosep Latumahina merujuk pada seorang tokoh asal Maluku yang pernah berkiprah dalam dinamika politik dan sosial di Makassar pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
Sejumlah catatan sejarah menyebut Latumahina sebagai anggota pengurus Dewan Kristen Celebes yang kemudian menjadi bagian dari Badan Pusat Keselamatan Rakyat (PKR).
Organisasi tersebut dibentuk di Makassar pada 1945 di tengah situasi politik yang berubah setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Dalam struktur PKR yang dipimpin Dr. G.S.S.J. Ratulangi, Latumahina disebut mewakili unsur Dewan Kristen Celebes.
Ia berada bersama sejumlah tokoh dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk Lanto Daeng Pasewang, H. Mansur Daeng Tompo, Inchi Mohammad Saleh Daeng Tompo, Makki dan H. Sewang Daeng Moentoe.
Keterlibatan tokoh-tokoh dari latar belakang berbeda memperlihatkan bahwa kehidupan politik Sulawesi Selatan pada masa awal kemerdekaan tidak berdiri dalam satu kelompok saja.
Organisasi tersebut menghimpun sejumlah unsur masyarakat untuk menghadapi situasi politik dan keamanan setelah kedatangan kembali kekuatan Belanda yang membonceng pasukan Sekutu.
Nama Latumahina kemudian tidak hanya melekat dalam catatan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari lanskap Kota Makassar.
Kajian mengenai sejarah penamaan sejumlah ruas jalan di kota tersebut menyebut Jalan Yosep Latumahina sebagai salah satu nama yang memiliki keterkaitan dengan komunitas dan tokoh asal Maluku.
Jejak hubungan itu menarik karena Makassar sejak lama menjadi salah satu kota penting di Indonesia timur.
Letaknya menjadikan kota ini ruang pertemuan berbagai kelompok dari Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara hingga wilayah lain di Nusantara.
Nama Latumahina menjadi salah satu penanda dari hubungan tersebut. Sejumlah nama jalan di Makassar juga menggunakan nama yang berkaitan dengan wilayah Maluku, seperti Jalan Buru, Jalan Banda dan Jalan Tanimbar.
Penamaan itu membuat sebagian sudut kota menyimpan jejak geografis sekaligus sejarah hubungan antardaerah.
Kini Jalan Yosep Latumahina berkembang menjadi salah satu ruas di kawasan perkotaan yang sibuk. Aktivitas di sepanjang jalan tidak lagi berkaitan dengan suasana politik pada masa awal kemerdekaan.
Rumah makan, perkantoran, fasilitas kesehatan dan berbagai kegiatan masyarakat menjadi bagian dari wajah jalan tersebut.
Salah satu bangunan yang menggunakan alamat jalan ini adalah Rumah Sakit Hikmah Makassar. Dalam sejarah resminya, rumah sakit tersebut menyebut lokasi awal pelayanan kesehatan berada di Jalan Yosef Latumahina Nomor 1, yang dahulu dikenal sebagai Jalan Kenari.
Pada akhirnya, sebuah nama jalan tidak selalu sekadar penunjuk arah. Jalan Yosep Latumahina mengingatkan bahwa sejarah sebuah kota dapat tersimpan dalam nama-nama yang setiap hari dilewati masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk kawasan Losari, nama Yosep Latumahina menjadi pengingat tentang seorang tokoh dari Maluku yang pernah mengambil bagian dalam perjalanan sejarah Makassar pada masa awal republik.
Sebuah nama yang kini hidup bukan hanya dalam arsip sejarah, tetapi juga di salah satu ruas jalan Kota Daeng.




