Gunung Anak Krakatau Erupsi, Debu Hitam Masuk Rumah Warga Pulau Sebesi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menyelimuti permukiman warga Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, setelah material erupsi terbawa angin hingga ke rumah warga.

Pulau Sebesi merupakan daratan berpenghuni terdekat dari Gunung Anak Krakatau, berjarak sekitar 20 km. Karena jaraknya yang cukup dekat ini, Pulau Sebesi sering menjadi wilayah pertama yang terdampak hujan abu vulkanik atau merasakan dentuman saat Anak Krakatau mengalami erupsi aktif.

Debu berwarna hitam terlihat menempel di halaman rumah, lantai keramik, hingga sejumlah bagian luar rumah warga. Kondisi itu membuat sebagian warga mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Candra, warga Pulau Sebesi, mengatakan debu vulkanik mulai terasa lebih banyak pada Senin (17/8/2026) sore. Menurutnya, arah angin menjadi salah satu faktor yang membawa sebaran abu vulkanik menuju permukiman.

"Kalau angin selatan, naik ke sini. Tadi disapu, disapu lagi sudah hitam lagi," kata Candra.

Ia mengatakan debu yang menempel di sekitar rumahnya masih dalam kategori sedang. Namun, material berwarna hitam tersebut cukup terlihat setelah beberapa kali membersihkan halaman.

Dalam kurun waktu sekitar satu jam, Candra mengaku sudah dua kali menyapu halaman rumahnya, tetapi debu kembali menempel.

"Ini sudah dua kali disapu. Mumpung masih halus," ujarnya.

Meski demikian, kondisi tersebut belum menyebabkan gangguan pernapasan yang dirasakan warga. Namun, warga tetap khawatir jika paparan debu semakin meningkat, terutama terhadap anak-anak, balita, serta warga yang sedang sakit.

"Kalau parah memang bisa ada gangguan pernapasan. Yang dikhawatirkan anak-anak kecil, balita, begitu juga orang dewasa," kata Candra.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pulau Sebesi, Riko Iswanto, mengatakan warga sejauh ini masih beraktivitas seperti biasa dan tidak mengalami kepanikan. Namun, paparan abu vulkanik mulai mengganggu kenyamanan warga.

"Kalau kondisi ya kita biasa-biasa saja, normal. Cuma hanya sedikit terganggu. Tidak panik," kata Riko.

Menurutnya, abu vulkanik mulai terbawa angin menuju Pulau Sebesi sekitar tiga hingga lima hari terakhir. Sebelumnya, arah angin belum mengarah ke wilayah tersebut.

"Kalau kemarin erupsinya memang sudah lama, tapi anginnya belum mengarah ke Sebesi. Sekarang kurang lebih tiga sampai lima hari ini abu lari ke arah Sebesi," jelasnya.

Riko menyebut arah angin selatan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbawa hingga ke permukiman warga.

Dampak abu tidak hanya terlihat di luar rumah, tetapi juga mulai masuk ke dalam tempat tinggal warga. Akibatnya, warga harus lebih sering membersihkan rumah karena debu kembali menempel setelah disapu.

Ia mengatakan kondisi tersebut paling terasa saat warga beraktivitas di luar rumah, terutama ketika menggunakan sepeda motor.

"Kalau kita tidak pakai masker, tidak pakai kacamata, sedikit terganggu. Di rumah juga agak tidak nyaman karena sudah mulai ada abu," tuturnya.

Penjelasan Tim Pemantau Gunung Anak Krakatau

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menjelaskan sebaran abu vulkanik sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin.

Menurutnya, apabila arah angin menuju Pulau Sebesi, material hasil erupsi berpotensi terbawa hingga ke permukiman warga.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan paparan abu vulkanik, terutama apabila intensitasnya meningkat. Penggunaan masker dinilai dapat mengurangi risiko paparan debu saat beraktivitas di luar rumah.

"Kalau abu mulai banyak, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama anak-anak dan warga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu," katanya.

Andi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat ini, GAK masih berada pada status Level III atau Siaga.

"Kami terus melakukan pemantauan. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG," imbaunya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Penutupan Pendaftaran, Antusiasme Peserta REI Padel Merdeka 2026 Membeludak
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Pria Tanpa Busana Ngamuk Pukuli Pemotor hingga Jatuh di Lenteng Agung Jaksel
• 9 jam lalukompas.com
thumb
2 Hal Diketahui soal Perpres Ojol yang Sedang Difinalisasi
• 13 jam laludetik.com
thumb
Bakom: 388 Siswa Sekolah Unggul Garuda Berhasil Lolos UNSW Sydney hingga Oxford University
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Link Pendaftaran Petugas Haji 2027, Check Syarat dan Cara Daftarnya
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.