Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menilai, pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai politik koalisi yang digelar di kediaman Sekjen Partai Gerindra Sugiono merupakan hal yang wajar.
Bahtra mengatakan, Gerindra sebagai partai pendukung utama Presiden Prabowo Subianto memiliki kepentingan untuk menjaga soliditas koalisi pemerintah.
“Ya Gerindra kan pendukung utama Presiden Prabowo dan Pak Prabowo juga selaku Ketua Umum Partai Gerindra. Jadi kalau diinisiasi oleh Gerindra kan sesuatu yang wajar,” kata Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8).
“Saya pikir kan memang partai koalisi pemerintah kan harus sering ngumpul bersama dalam rangka untuk terus mendukung program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo,” lanjutnya.
Bahtra mengatakan, pertemuan tersebut tidak secara khusus membahas isu tertentu. Para sekjen partai koalisi disebut membicarakan berbagai hal terkait pemerintahan.
“Kalau pembahasannya sih nggak ada yang secara spesifik ya, tentu mengobrolkan banyak hal lah terkait dengan pemerintahan kita dan kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Sekjen Koalisi Berkumpul di Rumah SugionoSebelumnya Sugiono berkumpul bersama para sekjen partai politik anggota koalisi Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sugiono mengatakan pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus momentum memperkuat komunikasi antarpartai politik koalisi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
“Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono.
Sejumlah partai yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Partai Gerindra, Partai Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para sekjen partai politik untuk bersilaturahmi sekaligus membahas komunikasi antarpartai dalam koalisi pemerintah. Namun, tidak ada perwakilan PDIP dalam pertemuan tersebut.





