Kepolisian Bolivia menangkap seorang konsultan politik asal Argentina, yang juga menjadi penasihat dekat Presiden Bolivia Rodrigo Paz, terkait dugaan penembakan mantan kekasihnya.
Konsultan politik bernama Fernando Cerimedo, seperti dilansir AFP, Rabu (19/8/2026), telah menangani kampanye kepresidenan sejumlah tokoh sayap kanan Amerika Latin, mulai dari Javier Milei yang kini menjabat Presiden Argentina, lalu mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, hingga Presiden Paz yang memimpin Bolivia.
Cerimedo bertahan sebagai penasihat Paz setelah dia menjabat Presiden Bolivia pada November tahun lalu, yang mengakhiri 20 tahun kekuasaan sosialis di negara tersebut.
Cerimedo ditangkap polisi Bolivia di bandara kota Santa Cruz di wilayah timur negara tersebut, beberapa jam setelah mantan kekasihnya, pengacara Nadia Beller, ditembak oleh terduga pembunuh bayaran. Cerimedo diketahui hendak terbang ke Buenos Aires, ibu kota Argentina, sebelum ditangkap.
Kepala Kepolisian Santa Cruz, David Gomez, mengatakan kepada wartawan bahwa penyidik menduga serangan terhadap Beller berkaitan dengan hubungan masa lalunya dengan Cerimedo.
Momen penembakan Beller itu terekam video yang ditayangkan oleh media-media lokal. Rekaman video tersebut menunjukkan dua pria yang menyamar sebagai kurir pengantar makanan menghampiri Beller di luar sebuah hotel di Santa Cruz dan melepas tembakan sebelum kabur dari lokasi.
Beller mengalami luka-luka akibat penembakan tersebut. Dari ranjang rumah sakit tempatnya dirawat, Beller mengatakan kepada televisi lokal DTV bahwa: "Jelas sekali, dia (Cerimedo-red) ingin menyingkirkan saya."
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hubungannya dengan Cerimedo telah menjadikan dirinya sebagai "saksi" untuk seluk-beluk pemerintahan dan partai yang menaungi Presiden Paz, termasuk -- menurut klaimmya -- kasus-kasus korupsi. Beller menambahkan bahwa dirinya sedang hamil empat minggu.
(nvc/ita)





